Pimpinan DPRD dan Gubernur Jatim Sepakat Berikan Dana Kompensasi untuk Pelaku IKM, Warung Kopi dan Pedagang Keliling

Rapat koordinasi antara Pimpinan DPRD Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama  Wagub, Sekdaprov, BPKAD, Bappeda, Biro Hukum, Sabtu (28/3/2020) malam.

SURABAYA (global-news.co.id) — Pemprov Jatim dan DPRD Jatim sepakat untuk memberikan dana kompensasi kepsada para IKM,  warung kopi, pedagang keliling  non PKH (yang mendapatkan BLT). Pemberian dana tersebut mendesak, mengingat dengan keputusan pemerintah menerapkan sosial distancing (jaga jarak) membuat banyak masyarakat yang tidak keluar rumah dan tidak memiliki penghasilan.
Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Masclachah menegaskan merebaknya virus COVID- 19 memaksa Pemprov dan DPRD Jatim tidak hanya menanganani soal kesehatan, tapi juga memberikan kompensasi ekonomi bagi para   IKM, warung kopi, pedagang keliling non PKH (yang mendapatkan BLT). Karena implementasi maklumat Kapolri yang membatasi kerumunan,  berakibat.dagangan PKL sepi dan bahkan tutup usahanya. Termasuk terhadap warga yang berada di kepulauan, karena dengan kondisi saat ini mereka kesulitan transportasi dan mengakses perekonomian.
“Besar harapan kami, agar ada dana sharing dari kab/kota agar lebih banyak yang bisa terkaverr dan pendataannya tepat sasaran. Untuk melaksanakan program di atas kami DPRD Jatim siap memangkas anggaran kunjungan kerja, meeting, sosialisasi yang mendatangkan massa sebesar Rp100 miliar dan beberapa anggaran lain di eksekutif yang dianggap kurang urgen,” tegas politisi asal PKB usai rapat koordinasi antara Pimpinan DPRD Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub, Sekda, BPKAD, Bappeda, Biro Hukum, Sabtu (28/3/2020) malam.
Diungkapkan Anik, jika total sementara anggaran untuk penanganan COVID- 19 sebesar Rp100 miliar yang berasal dari dana tak terduga dan Rp 260 miliar dari pemangkasan anggaran yang kurang urgent yang akan dilakukan perubahan pada penjabaran APBD 2020. Hal ini dilakukan sesuai dengan Inpres No 4 Tahun 2020 tentang Refokusing Program,  Realokasi Anggaran dan Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa.
“Yang pasti kebijakan ini kita ambil untuk memenuhi kebutuhan mssyarakat di bidang ekonomi selama mereka mengikuti instruksi berdiam diri di rumah guna menekan penyebaran virus COVID-19. Di.sisi lain, kami berharap kab/kota di Jatim juga mengalokasikan sebagian anggarannya untuk membantu warganya,” lanjut perempuan ayu berjilbab ini.
Seperti diketahui, wabah virus corona (COVID-19) di Jatim makin mengganas. Setiap hari virus ini menimbulkan banyak korban berjatuhan.
Setelah Jumat (27/3/2020) jumlah pasien positif sebanyak 66 orang. Jumlah tersebut, kini bertambah menjadi 77 orang, setelah pada Sabtu (23/3/2020) ada tambahan 11 pasien positif baru.
“Hari ini, ada tambahan 11 pasien positif baru lagi. Sehingga, totalnya kini menjadi 77 orang,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan persnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu malam.
Sebanyak 11 orang positif COVID-19 yang baru tersebut tersebar di tujuh daerah. Yakni, 7 orang dari Surabaya, lalu 1 orang dari Magetan, 1 orang dari Sidoarjo, 1 orang dari Gresik, dan 1 orang dari Kota Kediri.
Selain itu dari tim tracing mencatat total ada 307 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 4.568. ani