Pemprov Telah Siapkan RS dan Ruang Isolasi jika Virus Corona Menyebar di Jatim

 

SURABAYA (global-news.co.id) —    Kasus positif virus corona yang menimpa dua warga Indonesia di Depok Jawa Barat mendesak Pemprov Jatim untuk bersikap lebih hati-hati dan  waspada. Karenanya, Pemprov Jatim menghimbau ke masyarakat untuk selalu melakukan pencegahan melalui pemakaian masker di tempat-tempat umum atau segera periksa diri jika ada gejala badan panas, flu dan batuk.

Hikmah Bafaqi

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqi menegaskan sejak kasus virus corona merebak di Tiongkok dan di sejumlah negara di dunia, Pemprov Jatim telah melakukan siaga. Di antaranya Pemprov Jatim telah menyiapkan RS Rujukan, terutama RS Soetomo, RS Saiful Anwar, RS Soedono dan RS yang mempunyai ruang isolasi, untuk bersiap-siap apabila ada orang yang dicurigai terinfeksi virus corona.

“Selain meningkatkan pencegahan dengan terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan selalu cuci tangan, yang sakit flu harus memakai masker supaya tidak menulari yang lain, sementara yang tidak sakit tidak perlu memakai masker, kecuali petugas kesehatan yang bekerja di RS/ Klinik/ RS. Serta menjaga kebugaran tubuh, karena virus akan cepat menyerang orang yang tidak bugar,” tegas politikus asal PKB, Selasa (3/3/2020).

Selain itu, mengimbau orang yang pernah ke negara terjangkit atau pernah kontak dengan orang yang berasal dari negara terjangkit, bila ada gejala batuk, panas dan sesak untuk segera konsultasi ke RS. Serta  meningkatkan koordinasi dengan semua yang terkait ( termasuk KKP – Kantor Kesehatan Pelabuhan), BBLK(Balai Besar Lab Kesehatan).

Wakil Ketua DPW PKB Jatim ini menambahkan jika prosedur pengawasan kedatangan pesawat dan orang, sebelum pesawat datang maka akan dilakukan analisa apakah pesawat datang dari negara terjangkit atau sehat ,karena akan ada perbedaan perlakuan apalagi jika ada informasi ada orang sakit di dalam pesawat. Begitupula dengan sebelum pesawat landing akan ada pengumuman dari crew untuk membagikan health alert card untuk diisi oleh penumpang. Health alert card ini wajib diisi oleh seluruh penumpang dari asal negara yang sudah ada kasus COVID-19.

“Saat peswat landing-pun, petugas KKP akan  melakukan pemeriksaan onboard untuk memeriksa suhu dan  menentukan ada tidaknya gejala atau tanda virus corona pada penumpang. Selanjutnya penumpang dipersilakan turun dan petugas KKP akan memeriksa isian health alert card yang telah terisi lengkap oleh penumpang,”tegas Hikmah.

Penumpang, tambahnya akan melewati pemeriksaan suhu tubuh oleh alat thermal scanner. Jika ditemukan suhu tubuh tinggi melebihi 38C maka akan dilakukan observasi di ruang observasi. Jika ada gejala dan tanda tanda virus corona maka akan dirujuk ke RSU dr Soetomo .

“Itulah prosedur yang dilakukan Pemprov Jatim untuk meminimalisir merebaknya virus corona di Jatim. Dan kita selalu berdoa agar Jatim khususnya dan Indonesia umumnya dapat terbebas dari virus yang mematikan ini,” ujarnya.

Bagaimana dengan ditemukan obat tradisional lewat empon-empon oleh ahli mikrobiologi Unair, mantan Jubir  Gus Ipul-Puti saat maju Pilgub Jatim beberapa waktu lalu itu menjelaskan jika obat-obatan adalah pencegahan agar tubuh tetap bugar. Dan masalah tersebut masuk dalam pelayanan kesehatan (yankes).  ani