Pelajari, Kapan Sebaiknya Menggunakan Masker

Pemakaian masker penting. Namun jika orang sehat tidak ingin memakai masker, itu adalah pilihan masing-masing.

Masker masih menjadi barang yang paling diburu orang saat ini karena isu corona COVID-19. Padahal, tidak semua orang membutuhkan masker surgery mask.

Pakar virus Herawati Sudoyo menganjurkan masyarakat untuk memakai masker penutup hidung di tengah ancaman penyebaran virus corona di Indonesia. Herawati berujar Singapura dan Jepang sudah menganjurkan pemakaian masker, selain menghindari bepergian ke ruang publik untuk sementara waktu. “Menurut saya, dengan ketidakpastian ini, lebih baik menggunakannya di ruang publik,” kata Herawati.

Herawati mengakui sejumlah pakar di Amerika Serikat dan World Health Organization (WHO) hanya menganjurkan orang yang sakit untuk memakai masker. Namun Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Lembaga Eijkman ini merujuk anjuran Singapura yang sudah menjadi episentrum baru penyebaran virus. “Singapura yang mengakui mereka paranoid melakukan pencegahan maksimal. Amerika belum jadi episentrum, Singapura kan sudah banyak,” kata Herawati.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan masyarakat tak perlu berbondong-bondong membeli dan memakai masker. “Keputusan dari WHO itu, yang sakit yang pakai masker. Kalau yang sehat, tak usah,” ujar Terawan di Istana Negara Jakarta.

Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia Budi Haryanto mengatakan pemakaian masker penting. Namun jika orang sehat tidak ingin memakai masker, dia mengatakan itu adalah pilihan masing-masing. Hanya saja, dia tetap menganjurkan agar masker dipakai apabila pergi atau berada di tempat yang banyak orang. “Kalau merasa sehat nggak pakai masker nggak apa-apa, tapi kan kan harus melihat di lingkungan mana. Tak ada salahnya waspada dengan tetap memakai masker di tempat keramaian,” ujar Budi.

Sejak virus corona menjadi isu global, permintaan masker langsung melonjak naik. Orang-orang di berbagai negara memburu masker seperti orang yang kelaparan. Laporan dari Forkast News menyebut histeria perburuan masker terjadi di Hong Kong, London, hingga New York.

Masyarakat mulai mencari tahu segala hal tentang masker, misalnya seperti apa saja jenis-jenis masker yang beredar di pasaran, bagaimana cara pemakaiannya, bagaimana cara pemakaian yang salah dan berbahaya, hingga tips membuat masker sendiri di rumah.

Informasi yang salah yang berkaitan dengan hal ini bisa menimbulkan masalah baru, alih-alih melindungi diri dari virus corona. Oleh karena itu, berikut adalah informasi tentang kesalahan umum yang biasa dilakukan pada masker seperti disarikan dari Forkast News.

Kesalahan Umum:

  1. Mengenakan Masker Secara Terbalik

Biasanya ini karena masker hanya digunakan di atas hidung, tidak ditarik sampai bawah dagu atau malah hanya dipakai untuk menutupi mulut sementara hidung dibiarkan terbuka. Masker dengan kualitas super pun tak akan berguna jika dipakai secara serampangan.

  1. Menyentuh Permukaan Luar

Pengguna masker yang terus-terusan menyentuh bagian luar masker justru dapat membahayakan dirinya sendiri. Bagian tersebut adalah bagian filter yang berguna untuk menyaring virus ataupun bakteri dari luar. Jika tersentuh, maka virus, kuman, atau bakteri bisa berpindah ke jari-jari tangan. Jika sudah begini, partikel-partikel virus bisa menempel pada benda-benda yang sering kita pegang misalnya ponsel, mouse, keypad dll.

  1. Menarik dan Memasangnya Lagi

Sering secara tidak sengaja, kita menarik masker yang sedang kita pakai saat mengobrol dengan orang lain atau pada saat makan. Setelah itu, tanpa disadari lalu memasangnya kembali. Ini sangat fatal mengingat virus yang ada pada bagian filter bisa menempel pada jari-jari tangan.

  1. Mendaur-ulang Masker

Praktek mendaur-ulang masker sangat berbahaya. Menurut laporan Forkast News, praktek ini pernah terjadi di Hong Kong pada bulan Januari lalu saat permintaan masker melonjak tinggi. Oleh karena itu, penting untuk merobek masker yang telah dipakai untuk menghindari hal seperti ini terjadi.

  1. Memakai Masker Terlalu Lama

Masker medis tidak dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Pemakaian masker memang hanya untuk jangka waktu pendek atau biasanya tidak lebih dari satu hari. Pegawai medis seperti dokter dan perawat bahkan mengganti masker secara berkala dalam satu hari. Biasanya penggantian masker menyesuaikan dengan jumlah orang yang ditemui. Semakin banyak atau semakin sering frekuensi menemui orang yang berbeda-beda, maka masker yang dipakai juga harus lebih sering diganti.

  1. Tidak Segera Membuang Masker Bekas Pakai

Masker yang telah dipakai mengandung banyak bakteri, virus, dan kuman. Ini karena fungsi masker adalah untuk menyaring partikel-partikel tersebut agar tidak terhirup oleh penggunanya. Dalam kasus virus corona, masker yang telah dipakai bisa saja mengandung virus corona. Oleh karena itu, setiap masker yang telah dipakai harus dibuang dengan cepat dan tepat. Jika masker tersebut diletakkan secara sembarangan maka area yang tadinya bersih dari virus corona bisa ikut tercemar.

  1. Masker Buatan Sendiri

Masker yang direkomendasikan untuk mencegah penyebaran virus corona adalah masker medis. Jadi, jika ternyata kehabisan stok masker medis di mana-mana, maka yang bisa dilakukan adalah hindari tempat ramai dan cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air. tmp, ins, okz