JUMAT BERBAUR DI DESA ANGSANAH,   Badrut Tamam: Pesantren Penggerak Hidup Bersih dan Sehat

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan Pondok Pesantren memiliki andil besar untuk menjadi leading sector penggerak kebersihan dan hidup sehat. Sebab Pondok Pesantren adalah institutsi yang secara tegas menjadikan masalah kebersihan dan kesehatan menjadi bagian dari keimanan.
Badrut Tamam mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan ketika menyerahkan bantuan kendaraan kebersihan, kepada enam pondok pesantren di Pamekasan, dalam acara ‘’Jumat Berbaur”  (berkerja dan berbuat untuk rakyat)  yang dilaksanakan di Desa Angsanah Kecamatan Palengaan, Jumat  (6/3/20230).
Jumat Berbaur adalah kegiatan rutin tiga bulanan Bupati bersama Wabup dan Forkopimda yang juga diikuti oleh Pimpinan OPD. Mereka bersepeda pagi hari ke desa bertemu dan bersama warga desa melakukan kerja bhakti, misalnya  bersih- bersih dan lain sebagainya.
Enam pondok pesantren penerima bantuan tersebut adalah Pesantren Mambaul Ulum Bata Bata, Pesantren Darul Ulum Banyu Anyar Barat, Pesantren Al Hamidi Banyu Anyar Timur dan Pesantren Sumber Bungur Pakong. Bantuan kendaraan sampah tersebut diharapkan menjadi peralatan operasional pesantren mengelola sampah.
“Pesantren itu sebenarnya berfungsi sebagai leading sector kebersihan. Sebab di pesantren selalu ada tulisan kebersihan sebagian dari iman. Tulisan tersebut sebagai landasan santri  untuk memahami dan menerapkan lingkungan bersih dan hidup sehat serta menjadi penggerak hidup sehat,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, pesantren harus selalu dalam keadaan bersih dan indah,  tidak kumuh dan kalau masih ditemukan ada pesantren yang kumuh maka segera berbenah dan berusaha untuk bersih dan sehat, karena kumuh dan kotor bertentangan dengan keimanan dalam ajaran Islam.
Dia yakin jika setiap pondok pesantren di Pamekasan memiliki tekad untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih, maka gerakan hidup sehat dan bersih akan mudah tercapai merata di Pamekasan, alasannya di Pamekasan saat ini terdapat ratusan pondok pesantren.
“Saat ini jumlah pesantren di Pamekasan mencapai sekitar 390 buah diantaranya sudah tergabung dalam Eko Pesantren. Dari jumlah tersebut secara bertahap Pemkab Pamekasan akan memberikan bantuan kendaraan kebersihan. Jika semua pesantren itu bergerak bersama menerapkan hidup sehat dan bersih, maka masyarakat sehat akan jadi kenyataan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu Badrut Tamam juga menyampaikan kembali tentang program beasiswa bagi santri sebagai bentuk  kepekaan Pemkab Pamekasan kepada santri dan pesantren. Dikatakan beasiswa santri itu akan disalurkan pada bulan syawal mendatang kepada 1.700 santri.
Para penerima beasiswa ini ada tiga kategori,  yakni anak yang orang tuanya tidak mampu secara ekonomi namun memiliki semangat untuk melanjutkan studi di pondok pesantren, anak yang berprestasi dan anak penghafal Al Quran.
“Beasiswa ini bagi anak yang tidak mampu secara ekonomi. Maka akan kami kirim ke pondok pesantren. Kami tanggung kebutuhannya mulai dari kebutuhan makan hingga kebutuhan pendididikan dan yang lainnya,” pungkasnya. (mas)
Foto:
1. Badrut Tamam dan Wakilnya Raja,’e bersama warga.
2. Badrut dan Raja’e bersama penerima bantuan kendaraan sampah.