Jengkel Warganya Nekat Keluar Negeri, Singapura Cabut Subsidi Pengobatan Corona

Pemerintah Singapura mencabut subsidi pengobatan bagi warganya yang terpapar virus corona atau COVID-19 setelah pergi keluar negeri selama ada wabah corona.

SINGAPURA (global-news.co.id) — Jengah dengan sikap membandel warganya yang terus melakukan perjalanan ke luar negeri, pemerintah Singapura mencabut subsidi pengobatan bagi warganya jika terpapar virus corona atau COVID-19.

Ketentuan itu berlaku bagi penduduk Singapura atau pemegang kartu izin tinggal jangka panjang yang bersikeras meninggalkan negara itu. Sebelumnya pemerintah Singapura telah mengeluarkan travel advice untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Sekitar 1.000 orang terus melakukan perjalanan setiap hari, mempertaruhkan kesehatan warga Singapura dan penduduk lainnya ketika mereka kembali,” kata Departemen Kesehatan (Depkes) Singapura seperti dikutip dari Strait Times, Rabu (25/3/2020).

Dengan demikian, setiap penduduk Singapura atau pemegang izin tinggal jangka panjang yang meninggalkan Singapura dari 27 Maret (Jumat), dengan mengabaikan nasihat perjalanan yang berlaku, akan dikenakan tarif pengobatan tanpa subsidi jika dirawat inap di rumah sakit apabila mereka dicurigai terinfeksi virus COVID-19 dan timbul gejala dalam 14 hari setelah kembali ke Singapura.

Depkes menambahkan bahwa penduduk Singapura juga tidak dapat mengklaim asuransi MediShield Life atau Integrated Shield Plans untuk perawatan di rumah sakit umum dan swasta.

Selain itu, pemegang kartu izin kerja atau tanggungan mereka yang meninggalkan Singapura sejak 27 Maret akan dideprioritaskan untuk persetujuan masuk dan dapat diberlakukan penundaan yang signifikan sebelum mereka diizinkan untuk kembali ke Singapura jika mereka tetap melakukan perjalanan ke luar negeri dan terinfeksi saat kembali.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong dan Menteri Pembangunan Nasional Singapura Lawrence Wong, ketua bersama satuan tugas pemerintah untuk memerangi virus corona, menekankan pada konferensi pers bahwa semua warga Singapura dan penduduk harus mengambil tindakan serius. zis, sin