Investasi Rp 4,7 Triliun Di-Cancel, Badrut Tamam Menangis dan Berupaya Tetap Bisa Terealisir

Badrut Tamam saat jadi keynote speaker Seminar Nasional ‘’Yang Muda Membangun Pamekasan’’.

 

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengaku kini pihaknya akan berupaya memperjuangkan keberhasilan program investasi besar yang akan dilakukan di Pamekasan. Investasi yang bernilai triliunan itu kini masih mengalami kendala yang jika tidak diperjuangkan lagi bisa mengarah kegagalan.
“Kami masih akan terus mengupayakan agar program investasi itu berhasil terlaksana di sini, “ kata Badrut Tamam saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional dengan tema “Yang Muda Membagun Pamekasan” yang digelar Forum Alumni Jogjakarta Pamekasan (FAJP) di Hotel Cahaya Berlian, Minggu (8/3/2020).
Menurut dia investasi besar yang diharapkan bisa membangkitkan ekonomi masyarakat Pamekasan ini nilainya mencapai sekitar Rp 4,7 triliun. Jika berjalan dengan baik akan  menyerap tenaga kerja asal Pamekasan mencapai 7.700 orang dan bisa menjadi jalan menuju percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Itu yang bikin saya berderai air mata. Gimana nggak nangis, ada sekitar 7.700 orang bisa bekerja dari nilai investasi sebesar Rp 4,7 triliun tersebut, yang sementara ini harus dicancel dulu,“ kata Badrut Tamam dengan tidak menjelaskan apa penyebab dicencelnya program investasi besar tersebut.
Informasi yang dihimpun Global News menyebutkan investasi dicancel sementara karena melihat situasi yang belum kondusif di Pamekasan ini. Namun diharapkan suasana ini akan cepat selesai dan kemudian akan terjadi komunikasi lanjutan lagi dari para investor dengan Pemkab Pamekasan untuk melanjutkan  investasi tersebut.
Investasi besar yang dimaksud adalah bergerak di bidang peternakan, potong hewan, pabrik susu, gula, garam dan lain sebagainya. Para investor telah berkali kali menyampaikan pemaparannya di hadapan Bupati bersama jajarannya. Dan pihak Pemkab Pamekasan sendiri telah berupaya mempermudah segala perijinannya.
Badrut Tamam mengungkapkan jika investasi itu berhasil nanti, maka sebagian kebutuhan gula dan daging nasional itu dipenuhi dari Madura, dan pabriknya akan dibangun di Pamekasan. Karena Perpres 80 tahun 2019 Madura dan kepulauan Madura pusatnya di Kabupaten Pamekasan.
Rekomendasi Menteri Ekonomi sudah turun dan Presiden juga sudah tanda tangan.
“Selama satu tahun belakangan ini memang kami jarang turun  ke bawah ke masyarakat, karena waktu dipakai untuk membangun komunikasi dengan para pejabat di tingkat pusat. Semua saya datangi, bahkan menteri yang paling aktif saya cium tangannya bolak balik. Bismillah untuk Pamekasan sejahtera,” akunya.
Karena itu dia mengajak masyarakat untuk membangun suasana atmosfir yang konstruktif yang tidak dikotomis, tidak ada berbenturan antara negara dan agama. Spiritnya adalah menjadikan kabupaten ini bergeser dari kabuapten biasa menjadi kabupaten luar biasa dimana yang harus dilakukan pemerintah membangun visi besar dengan kekuatan besar pula. Kemiskinan turun dan pengangguran juga turun.
“Bagi saya dan Pak Wabup jabatan itu hanya alat bukan tujuan. Alat pengabdian dan perjuangan. Baru kemudian visi ini saya merasa tidak cukup kalo hanya kekuatan visi, baru kemudian saya tambah dengan gerakan Pamekasan bersholawat. Kenapa ? kekuatan energy visi tidak akan menuai hasil yang maksimal tanpa pertolongan dari Allah SWT,” tandasnya. (mas)