Harga Gula di Surabaya Melejit, Dewan Semprot Pemkot

Kenaikan harga gula di sejumlah pasar tradisionaldi Surabaya dalam beberapa pekan terakhir ini, mendapat sorotan tajam Komisi B DPRD Surabaya.

SURABAYA (global-news.co.id) – Kenaikan harga gula di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa pekan terakhir ini, mendapat sorotan tajam Komisi B DPRD Surabaya. Komisi yang membidangi urusan ekonomi ini, justru menyemprot Pemkot Surabaya, tidak segera melakukan tindakan menstabilkan harga gula.

“Kelangkaan gula di sejumlah pasar rakyat beberapa pekan terakhir, berdampak pada melonjaknya harga gula di toko tradisional,” ungkap Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Jhon Thamrun saat dikonfirmasi di gedung DPRD Surabaya, Rabu (18/3/2020).

Jhon mengungkapkan, permasalahan ini harus segera diatasi bila tidak ingin harga gula terus naik tajam yang imbasnya semakin besar pada masyarakat. Menurutnya, dari pantauan di lapangan dalam sepekan terakhir, harga gula di pasar maupun toko tradisional naik cukup drastis. Dari yang semula Rp 12.000 per kilogram melonjak jadi Rp 17.000-18.000 per kilogram.

Jhon meminta Pemkot Surabaya secepatnya melakukan operasi pasar agar harga gula putih kembali normal. “Kasihan masyarakat jika disuguhi kenaikan harga gula terus menerus, pemkot dalam hal ini Disperindag harus mengatasi hal ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelangkaan gula yang terjadi di Surabaya lantaran tersendatnya suplai gula di kalangan pedagang, akibat musim giling gula yang tertunda karena faktor cuaca.

Kendati demikian, hal terpenting saat ini adalah kelangkaan gula harus segera diatasi agar suplai gula stabil dan harga kembali normal. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin gula rafinasi akan masuk ke pasar dan gula impor akan berjaya. “Ini yang saya khawatirkan, jadi pemkot harus secepatnya mengatasi kelangkaan komoditas kristal putih manis atau gula ini,” pungkasnya. pur, mem