Gerakan Pemkot Lawan COVID-19, Surabaya Disemprot Disinfektan

 

Salah satu petugas saat melakukan penyemprotan disinfektan di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

SURABAYA (global-news.co.id) – Gerakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ‘melawan’ virus corona atau COVID-19 semakin massif dilakukan. Dalam beberapa hari terakhir, Pemkot Surabaya terus mengerahkan personel untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat di Surabaya.

Sebanyak 300 lebih personel dikerahkan dalam giat penyemprotan disinfektan di hari ketiga ini. Langkah ini, bertujuan untuk mengurangi bahaya mikroorganisme dalam upaya mengantisipasi dan mencegah penularan COVID-19.

Koordinator Protokol Pemerintahan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, ada sekitar 300 personel yang dikerahkan dalam giat penyemprotan disinfektan di hari ketiga ini. Mereka terdiri dari jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), Satpol PP, BPB dan Linmas, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Dinas Ketahanan Pagan dan Pertanian (DKPP), Dinas Sosial (Dinsos), serta Kasie Trantib di 31 kecamatan.

“Untuk hari ini, Rabu (18/3/2020), penyemprotan berlangsung di wilayah Kecamatan Krembangan, Simokerto, dan Pabean Cantikan,” kata Eri sebelum memberangkatkan para petugas di Balai Kota Surabaya.

Eri mengungkapkan, sebelumnya Pemkot Surabaya juga melakukan penyemprotan disinfektan di tiga wilayah kecamatan, Selasa (17/3/2020). Yakni, Kecamatan Bulak, Kenjeran, dan Semampir. Setiap kecamatan tersebut, memiliki beberapa titik lokasi yang disesuaikan dengan daerah yang akan disentuh, terutama tempat ibadah dan sekolah.

“Penyemprotan disinfektan tidak hanya fokus pada bangunan, tapi juga taman-taman, lapangan olahraga, pedestrian, dan fasilitas umum lainnya yang kita lakukan (penyemprotan),” katanya.

Pria yang menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menjelaskan, penyemprotan yang berlangsung hari ini, juga menyasar sekolah-sekolah jenjang SD/SMP yang berada di tiga wilayah tersebut. Yakni, 25 sekolah di wilayah Kecamatan Pabean Cantikan, 37 sekolah di wilayah Kecamatan Simokerto dan 56 sekolah di wilayah Kecamatan Krembangan Surabaya.

“Karena penyemprotan di wilayah Kecamatan Kenjeran kemarin banyak titik lokasinya, maka hari ini ada sebagian lagi (petugas) yang ke sana,” ujarnya.

Para personel yang terlibat dalam giat penyemprotan disinfektan ini juga terbagi menjadi beberapa tim. Eri menjelaskan, untuk fasilitas umum, pedestrian dan taman, penyemprotan dilakukan oleh petugas dari DKRTH. Untuk lapangan olahraga dilakukan Dispora. Sedangkan di lingkungan sekolah dan tempat ibadah, jajaran dari Dinkes dan Dinsos. Sementara itu, untuk bangunan gedung milik pemkot, dilakukan Satpol PP dan Linmas.

“Penyemprotan disinfektan juga berlangsung di 81 Pasar yang dikelola PD Pasar Surya yang dilakukan oleh rekan-rekan dari DKPP,” jelas Eri.

Walikota Tri Rismaharini memimpin penyemprotan disinfektan di sudut kota.

Sementara itu, Eri menambahkan, penyemprotan disinfektan di Gereja, bakal dilaksanakan di Hari Kamis dan Jum’at. Sebab, ibadah di Gereja berlangsung di Hari Minggu. “Insya Allah Hari Kamis dan Jumat penyemprotan di Gereja selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, gerakan penyemprotan disinfektan di berbagai titik di Kota Surabaya langsung dipimpin sendiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Seperti yang terlihat di Jalan Kedungdoro, Selasa (17/3/2020).

Tiba di Kedungdoro, Risma langsung meminta satgas Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Hijau (DKRTH) Kota Surabaya untuk menyemprot pedestrian yang terkesan kusam karena terkadang masih ditempati PKL. Sesekali dia langsung mengambil penyemprot yang airnya sudah dicampur dengan disinfektan. Ia juga memberikan contoh cara menyemprot yang benar kepada para satgas itu.

Pintu gapura dan kayu serta pertokoan yang sudah tutup tak luput dari semprotannya. Bahkan, sesekali dia meminta megaphonenya yang dipegang ajudannya untuk memberikan imbauan kepada warga. “Tolong jangan berdekatan, jaraknya 1 meter. Jangan salaman juga,” katanya kepada warga yang sempat memperhatikan Risma melakukan penyemprotan.

Seusai melakukan penyemprotan, Risma menyampaikan bahwa sengaja melakukan penyemprotan di Kedungdoro karena memang pada waktu malam masih digunakan PKL untuk menjual dagangannya. Karena digunakan PKL, maka dia memprediksi masih ada sisa-sisa sampah yang belum bersih, sehingga dia perlu membersihkannya dan menyemprot dengan disinfektan.

“Di situ tempat PKL kalau malam. Mungkin mereka membuang sampah kurang bersih, meskipun saya berkali-kali lewat, mereka sudah bersih,” kata dia.

Menurutnya, saat ini Pemkot Surabaya massif melakukan penyemprotan di berbagai titik di Kota Surabaya. Penyemprotan semacam itu terus dilakukan di tempat-tempat keramaian, di rumah padat penduduk, fasilitas umum, tempat ibadah, dan sekolah-sekolah di Kota Pahlawan. “Jadi, ini paralel dilakukan di berbagai kawasan di Surabaya. Tadi saya beli peralatannya lagi supaya bisa nambah dan mungkin nanti bisa lebih cepat,” tegasnya. pur