Disambati Warga, Dewan PKS Jatim dan Surabaya Potong Gaji untuk Penanganan COVID-19

Lilik Hendarwati

SURABAYA (global-news.co.id) —
Empat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa  Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat memotong gajinya selama berlangsung masa darurat wabah corona. Keempatnya adalah Dwi Hari Cahyono, Riyadh Rosyadi, Artono, dan Lilik Hendarwati.
Bendahara Fraksi PKS Jatim Lilik Hendarwati mewakili ketiga rekannya menyampaikan bahwa pemotongan gaji ini didorong kenyataan di lapangan yang mereka temui saat reses. “Kami ke Rumah Sakit, APD (Alat Pelindung Diri) langka. Kami ke masyarakat, banyak permintaan mulai penyemprotan disinfektan, hand sanitizer hingga masker. Belum lagi keluhan para pekerja harian yang nafkahnya menurun drastis saat wabah ini. Tentu kami tidak bisa tinggal diam,” ujar perempuan berjilbab yang juga Anggota Dewan dari Dapil I Jatim ini, Selasa (31/3/2020).
Lilik menambahkan, sebelum ini para anggota dewan dari PKS sebetulnya sudah turun memberikan bantuan bagi warga terdampak COVID-19. Dan pemotongan gaji ini sebagai komitmen tambahan agar  bisa lebih optimal membantu. Sedangkan pemotongan gaji dikumpulkan di struktur partai dan akan disalurkan lewat program GENTA COVID-19. “Gerakan ini serentak mulai dari DPR hingga DPRD Kab/Kota,” katanya.
Selama ini, ujar Lilik, pihaknya juga terus memantau Pemprov Jatim dalam penanganan COVID-19 ini. “Kami suarakan sejak awal beberapa kebijakan. Mulai meliburkan sekolah, penghentian aktivitas keramaian, rapid test, hingga opsi lockdown parsial. Alhamdulillah banyak hal kita sejalan dengan pemprov. Namun masih banyak PR yang masih harus ditangani segera. Salah satunya ketersediaan APD Rumah Sakit dan kesiapan logistik. Ini kami terus koordinasikan,” terangnya.
Lilik berharap semua pihak bisa bahu membahu dalam penanganan COVID-19 ini. “Semuanya tanpa kecuali. Ini saatnya berbuat. Dengan seluruh potensi yang kita bisa,” pungkasnya.
Senada.FPKS DPRD Surabaya juga memutuskan memotong gaji seluruh anggotanya selama masa darurat COVID-19 berlangsung.
Ketua Fraksi PKS Surabaya yang juga menjabat aebagai Ketua.DPD PKS Surabaya Akhmad Syanto menjelaskan setelah rapat fraksi online membahas soal corona pihaknya memutuskan untuk memotong gaji anggota selama wabah berlangsung.
Pihaknya juga meminta Pemkot Surabaya terus menyiapkan berbagai opsi sampai yang terburuk seiring kian bertambahnya jumlah pasien positif COVID-19. “Antisipasi lebih  baik demi keselamatan dan keamanan seluruh warga kota,” katanya. ani, pur