Corona Mulai Reda, Virus Hanta Mulai Hantui Tiongkok

Seorang pria asal Tiongkok dilaporkan meninggal dan diketahui positif virus hanta, ini membuat warga yang dekat dengan korban ikut diperiksa.

JAKARTA (global-news.co.id) — Setelah virus corona baru yang menyebabkan pandemi COVID-19 mereda, Tiongkok dikabarkan kembali dihantui virus lain yang bernama hantavirus atau virus hanta.

Informasi mengejutkan itu pertama kali muncul melalui unggahan Twitter akun @globaltimesnews yang langsung menghebohkan dunia maya.

Global Times News menyebutkan bahwa seorang warga di Provinsi Yunnan dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong dengan bus sewaan. Warga itu dikatakan positif terinfeksi virus hanta. Saat ini, sebanyak 32 penumpang lain yang berada di dalam bus tersebut tengah diperiksa.

Setelah kabar pria dari Tiongkok meninggal karena hantavirus tersebar luas, muncul pesan teks di luar negeri yang menghubung-hubungkan penyakit ini dengan COVID-19. Pesan teks itu memperingatkan bahwa dunia berada dalam bahaya oleh penyakit hantavirus dan COVID-19 yang mewabah saat ini. Berikut bunyi salah satu teks yang beredar di luar negeri seperti dikutip The Independent, Rabu (25/3/2020).

“Ketika seluruh dunia masih menderita karena COVID-19, muncul virus lain. Virus hanta telah terdeteksi di Tiongkok, disebabkan oleh hewan pengerat. Satu sudah meninggal dan beberapa dinyatakan positif,” bunyi pesan itu.

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, hantavirus adalah keluarga virus yang menyebar melalui tikus. Virus hanta dapat menyebabkan berbagai macam sindrom penyakit pada orang di seluruh dunia. Infeksi virus hanta bisa menyebabkan penyakit virus hanta pada manusia. Seperti hantavirus pulmonary syndrome (HPS) atau di Amerika dikenal dengan sebutan hantavirus dunia baru.

Sedangkan hantavirus dunia lama bisa menyebabkan demam berdarah dengan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan kebanyakan ditemukan di Eropa serta Asia.

Setiap serotipe virus hanta memiliki spesies inang hewan pengerat spesifik. Adapun sistem penularannya sama seperti COVID-19, yaitu melalui kontak cairan tubuh seperti urin, tinja, dan air liur. Di sisi lain, virus ini juga bisa menular melalui udara serta gigitan dari inang yang terinfeksi. Virus hanta paling penting di Amerika Serikat yang dapat menyebabkan HPS adalah virus Sin Nombre yang disebarkan oleh tikus rusa.

Namun, virus hanta bukanlah virus baru. Dilansir dari laman Indiatoday, Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI) Amerika Serikat dalam sebuah jurnal menulis bahwa saat ini genus virus hanta mencakup lebih dari 21 spesies. Pada 1978, agen penyebab demam Hemerologis Korea diisolasi dari hewan pengerat lapangan kecil yang terinfeksi di dekat Sungai Hantan di Korea Selatan.

Virus itu disebut virus hantan, berasal dari nama Sungai Hantan. Penemuan awal ini berasal dari pendekatan ilmiah yang dimulai setelah Perang Korea pada 1951-1953, di mana lebih dari 3.000 kasus demam berdarah dilaporkan menjangkiti pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada 1981, genus baru yang disebut hantavirus diperkenalkan dalam keluarga bunyaviridae, yang termasuk virus yang menyebabkan demam hemoroligik dengan sindrom ginjal (HFRS). Setiap pria, wanita, atau anak-anak yang ada di sekitar tikus atau tikus yang menyebabkan virus hanta dapat terinfeksi HPS. Orang akan mengalami HPS ketika menghirup virus hanta. Hal ini bisa terjadi ketika urin hewan dan kotoran yang mengandung virus hanta terpapar ke udara. Orang juga dapat terinfeksi ketika mereka menyentuh urin tikus atau tikus, kotoran, atau bahan bersarang yang mengandung virus serta kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Manusia juga bisa terserang HPS dari gigitan tikus. Di Amerika Serikat, 10 kasus dikonfirmasi terinfeksi hantavirus. Mereka adalah orang yang mengunjungi Taman Nasional Yosemite di California pada November 2012. sin