Corona di Italia Makin Parah, Korban Tewas 2.158 Orang

Sebanyak 349 kematian baru dilaporkan Italia, Senin (16/3/2020) waktu setempat sehingga total korban meninggal hingga kini menjadi 2.158 orang

ROMA (global-news.co.id) — Penyebaran cirus corona jenis baru, COVID-19 di Italia makin meluas dan masif. Sebanyak 349 kematian baru dilaporkan pemerintah setempat pada Senin (16/3/2020) waktu setempat sehingga total korban meninggal hingga kini menjadi 2.158 orang.

Negara yang jadi pusat pandemi COVID-19 di Eropa ini mencatat 3.233 kasus infeksi baru sehingga jumlah total kasus infeksi mencapai 17.980 orang. Jumlah pasien yang disembuhkan sejauh ini sebanyak 2.749 orang. Angka-angka terbaru itu bersumber dari Departemen Perlindungan Sipil Italia.

Angka itu menjadikan Italia sebagai negara tertinggi kedua kasus kematian akibat virus corona selain Tiongkok seperti dilansir dari AFP, Senin (16/3/2020).

Jumlah infeksi di Italia sendiri telah mencapai 24.747. Wilayah Lombardy utara di sekitar Milan tetap menjadi pusat pandemi Eropa, dan dilaporkan terdapat 1.218 kematian atau 67 persen dari total kasus di Italia.

Sedangkan di wilayah Puglia tenggara sekitar Kota Bari jumlah kematian dilaporkan naik dua kali lipat dari delapan menjadi 16 orang.

Wilayah Lazio yang mencakup ibukota Italia Roma juga secara resmi mencatat 16 kematian secara keseluruhan dari 436 kasus. Jumlah ini naik dari 13 kasus pada Sabtu kemarin.

Pemerintah Italia, seperti dikutip AFP, masih berharap bahwa langkah-langkah penahanan penyebaran COVID-19 yang ketat, termasuk lockdown total negara itu, pada suatu saat akan menghentikan spiral mematikan yang dipicu oleh virus tersebut.

Untuk membantu bisnis dan keluarga Italia yang menghadapi lockdown berkepanjangan yang dipaksakan oleh wabah virus corona baru, pemerintah menyetujui paket langkah-langkah ekonomi yang ditunggu-tunggu hingga sebesar25 miliar miliar Euro, termasuk insentif bagi pekerja yang berisiko kehilangan pekerjaan dan voucher penitipan bayi untuk orangtua.

COVID-19 muncul pertama kali di Wuhan Tiongkok Desember 2019 lalu. Sejauh ini, virus tersebut sudah menyebar ke 162 negara dan wilayah. Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan wabah itu sebagai pandemi.

Sementara itu Amerika Serikat dilaporkan mulai menguji coba klinis vaksin virus corona, Senin (16/3/2020) kepada kalangan terbatas. Uji coba rencananya akan dilakukan di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle.

National Institute of Health (NIH) sebagai pihak yang mendanai uji coba mengatakan pengujian akan dilakukan dengan melibatkan 45 sukarelawan muda dan sehat. Mereka akan disuntikkan dosis vaksin virus corona berbeda.

Nantinya, peserta akan berbicara mengenai proses yang dilalui secara anonim karena langkah tersebut belum diumumkan secara publik.

Mengutip Associated Press, pejabat kesehatan AS mengatakan butuh waktu sekitar satu tahun hingga 18 bulan untuk memvalidasi potensi uji coba vaksin corona. zis, afp, rtr