Badrut Tamam:  Tak Ada Warga Pamekasan yang Positif COVID-19

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan menegaskan tidak ada warga Pamekasan yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Karena itu dia meminta agar masyarakat tidak panic dan khawatir yang berlehihan. Dia menegaskan berita yang beredar di media social adanya warga  Pamekasan positif Covid 19 adalah hoaks
“Kami minta masyarakat jangan percaya pada berita hoax. Jangan mudah percaya dan terpengaruh issu Covid 19. Masyarakat harus benar benar jeli dan teliti terhadap berita yang beredar,” katanya usai memimpin Rapat Koordinasi bersama Satgas Pencegah Covid-19, di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (20/3/2020).
Rakor dihadiri oleh Sekdakab Pamekasan Totok Hartono selaku Ketua Satgas Pencegahan  Covid 19 di Pamekasan.  Plt Kadis Kesehatan dr Muzakki, Direktur RSUD Pamekasan Dr Farid Anwar dan sejumlah pimpinan OPD terkait yang menjadi anggota Satgas Covid 19.
Badrut Tamam berharap agar masyarakat benar benar jeli dan teliti terhadap berita yang beredar di luaran. Dia mengaku telah mengetahui kabar di media social yang menyebukan bahwa telah ada pasien positif Covid 19 di RSUD Pamekasan. Badrut Tamam menegaskan berita itu bohong dan hoax.
Hasil pantauan Global News diketahui telah dua kali terjadi  hoax tentang pasien positif Covid 19 di Pamekasan. Pertama kabar yang menyebutkan bahwa seorang pasien berusia sekitar 11 tahun telah meninggal dunia akibat positif Covid 19  di RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan.
Padahal pasien itu adalah pasien non Covid 19 yang sakit sejak berada di Malang. Oleh orang tuanya dibawa pulang ke Pamekasan dirawat sendiri di rumah, namun karena tidak kunjung sembuh akhirnya dirujuk ke RSUD Pamekasan lalu kemudian meninggal dunia di RSUD Pamekasan.
Yang kedua sebelumnya di RSUD Pamekasan juga viral di media sosial kabar bahwa RSUD Pamekasan telah menangani pasien positif Covid 19. Yaitu pasien asal Sumenep. Kabar adanya pasien positif corona dirawat di RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan beredar di pesan grup WA.
“Info mulai sekarang tolong  bagi yang mau berkunjung di RSUD Pamekasan ditunda dikarenakan ada pasien yang positif corona dari Sumenep dirujuk ke RSUD Pamekasan sampaikan ke sanak family,” demikian isi pesan di WA itu.
Direktur RSUD Pamekasan, Farid Anwar memastikan belum ada satu orang pun pasien positif Corona yang sedang dirawat di RSUD Pamekasan tersebut.
“Tidak benar, tidak ada pasien rujukan dari Sumenep,” katanya.
Dia menjelaskan, orang yang terjangkit virus corona ini biasanya mengalami gejala demam yang tinggi, batuk, disertai pilek dan sesak nafas. Corona, kata dia, menyerang melalui saluran pernafasan atau droplet infection. Pencegahannya, kata dia, bisa dilakukan dengan perilaku hidup sehat.
RSUD Slamaet Martodirdjo Pamekasan, kata Farid, kini ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien yang terjangkit virus corona. Berbagai sarana dan prasarana sudah disiapkan secara matang. Rumah sakit ini ditunjuk lantaran dinilai memiliki tenaga media yang kompeten dan siap menangani pasien yang terjangkit virus corona. (mas)