21 Penumpang Kapal Grand Princess Positif Tertular Virus Corona

Sebanyak 21 penumpang kapal Grand Princess, yang tertahan di perairan San Francisco dipastikan tertular virus corona (COVID-19).

SAN FRANSISKO (global-news.co.id) – Sebanyak 21 penumpang kapal Grand Princess, yang tertahan di perairan San Francisco dipastikan tertular virus corona (COVID-19). Hal tersebut menyusul keluarnya hasil tes kesehatan yang dilakukan otoritas kesehatan Amerika kepada para penumpang.

“Dari 46 orang yang dites, sebanyak 19 kru dan 2 penumpang positif tertular virus corona,” ucap Ketua Satgas Virus Corona dan Wakil Presiden Amerika Mike Pence dalam jumpa pers yang dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu (7/3/2020).

Langkah selanjutnya dari Pemerintah Amerika, kata Pence, adalah mengarahkan kapal untuk merapat di pelabuhan nonkomersial yang belum ditentukan lokasinya. Di sana, pemeriksaan dengan skala besar akan dilakukan terhadap seluruh penumpang sebagai antisipasi jika ada penumpang lain yang tertular.

Perihal mekanisme pemeriksaan, hal itu juga belum ditentukan. Presiden Amerika Donald Trump, dalam kesempatan terpisah, lebih memilih agar pemeriksaan dilakukan di dalam kapal. Namun, kali ini, ia menyerahkan sepenuhnya terhadap otoritas kesehatan Amerika untuk menentukan langkah terbaik.

“Saya bisa paham jika mereka (otoritas kesehatan) lebih memilih untuk menurunkan penumpang (dan memeriksanya di fasilitas kesehatan),” ujar Trump usai touring bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC).

Belajar dari kasus Diamond Princess di Jepang, menahan penumpang di dalam kapal adalah langkah yang salah. Hal tersebut malah membuat penumpang yang sehat menjadi rentan ikut tertular virus corona.

Mengutip Straitimes, total ada 706 kasus virus corona di kapal Diamond Princess. Diamond Princess sendiri dijalankan oleh operator yang sama dengan Grand Princess.

Sebagai catatan, jumlah kasus virus corona (COVID-19) di seluruh dunia tercatat sudah mencapai 100.840 kasus. Mengutip South China Morning Post, sebanyak 213 di antaranya berada di Amerika Serikat dengan jumlah korban meninggal sebanyak 14 orang. rtr, bis