Wakil Menkes Iran Terinfeksi Virus Corona

Wakil Menkes Iran, Iraj Harirchi (kiri), beberapa kali terbatuk-batuk dan mengusap keringat saat mengumumkan penyebaran penyakit itu di Iran, keesokan harinya melalui Medsos dia mengumumkan dirinya positif virus corona COVID-19.

SURABAYA (global-news.co.id) – Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, menyatakan dirinya terkena virus corona COVID-19. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah dirinya dikabarkan mengalami demam saat mengikuti konferensi pers terkait penyebaran penyakit tersebut.

Lewat sebuah video yang diunggahnya di media sosial, Harirchi mengatakan dia telah terkena virus corona dan harus diisolasi. “Saya demam kemarin. Tes kembali menunjukkan positif tadi malam. Saya mengisolasi diri,” kata Harirchi seperti dikutip dari The Guardian pada Rabu (26/2/2020).

Sejak tahu dirinya positif terkena corona, Harirchi memutuskan langsung mengisolasikan diri di suatu tempat. “Beberapa menit yang lalu, saya diberitahu bahwa tes akhir saya sudah final, dan sekarang saya mulai minum obat,” imbuhnya.

Selain Harirchi, seorang anggota parlemen Iran yang mewakili Teheran, Mahmoud Sadeghi juga dinyatakan positif. Hal itu diungkapkan Sadeghi lewat akun Twitternya. “Tes corona saya positif … Saya tidak memiliki banyak harapan untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini,” tulis Sadeghi.

Berbeda dengan Sadeghi, Harirchi optimistis para tenaga kesehatan dan Kementerian Kesehatan setempat akan berhasil mengatasi virus tersebut. Dia hanya mengeluh sedikit lelah, dengan menjalani pengobatan dia berharap demamnya menurun.  “Kita akan mengalahkan corona. Yakinlah. Saya mengatakan ini jauh dari lubuk hati saya,” ujarnya.

Harirchi juga menegaskan, penyakit akibat virus corona itu tidak mengenal status sosial. “Virus ini demokratis dan tidak membedakan antara miskin dan kaya maupun negarawan dan warga negara biasa,” katanya di video yang diunggahnya pada Selasa waktu setempat.

Maka dari itu dia meminta agar pasien lain juga tetap menjaga dirinya karena mereka memiliki obat yang cukup efektif. Ia juga meminta agar para perawat dan dokter menjaga dirinya.

NBC News melaporkan, Iran memiliki jumlah kematian tertinggi akibat COVID-19 di luar Tiongkok. Pada hari Selasa, juru bicara Kemenkes Iran, Kianoosh Jahanpour, mengatakan dari total 95 kasus positif, sebanyak 15 pasien meninggal. Namun kantor berita Iran menambahkan adanya satu pasien di Saveh yang juga meninggal dunia. Sehingga total korban meninggal dunia menjadi 16 orang.

Selain Iran dan Tiongkok, negara lain yang juga mendapat sorotan terkait wabah virus Corona adalah Korea Selatan dan Italia di mana terdapat peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir.ret