Tekan Penyebaran Virus TBC dan Bahaya Narkoba, Wabup Lamongan Lakukan Sosialisasi ke Warganya

Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati saat sosialisasi TBC dan narkoba di Kemlegi Gede Turi Lamongan.

LAMONGAN (global-news.co.id)- Pagi itu tak seperti biasanya. Hampir 75 ibu bersama putra putrinya memadati kantor madrasah Kemlegi Gede Turi Lamongan. Ya, mereka ingin mendapatkan informasi terkait penularan penyakit Tubercolosis (TBC) yang memang banyak diderita warga akibat tidak tahu menahu cara penularannya hingga cara mengobatinya.
Masalah ini agaknya tak disia-siakan oleh Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati untuk turun ke masyarakat. Dengan menggandeng tenaga medis, mantan anggota DPRD Jatim ini berharap penularan dan penyakit TBC di Desa Turi dapat ditekan sedini mungkin.
“Karena itu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar serta hidup sehat sangat penting. Kalau warga sehat maka akan meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan ekonomi mereka ,” ungkap ibu dari tiga putra ini, Sabtu (22/2/2020).
Selain sosialisasi soal antisipasi merebaknya virus TBC yang menyerang pernapasan,  Kartika juga memperingatkan generasi muda terkaitnya maraknya peredaran narkoba. Para generasi muda kerap menjadi target para bandar untuk direkrut sebagai pengedar selain sebagai konsumen. Kondisi ini tentunya akan merusak jiwa generasi muda sekaligus keluarganya akan menanggung malu kalau anaknya akhirnya terseret pusaran narkoba dan berakhir di penjara.
“Penyakit masyarakat inilah yang harus dilawan. Untuk itu di keluarga perlu ditumbuhkan rasa kasih sayang dan saling menghormati sehingga anak menjadi terlindungi oleh orangtua dan menjadikan rumah sebagai surga mereka. Anak-anak bisa curhat apa saja dengan keluarga, “katanya.
Di sisi lain para orangtua juga harus mengawasi teman yang menjadi kenalannya dan gadget si anak. Karena dua faktor tersebut dapat cepat menyeret mereka ke lubang kesengsaraan.
Karena itu Kartika mengajak  orangtua untuk memiliki empati dan kewaspadaan jika si anak kondisinya tidak seperti biasanya dan selalu mengurung diri di kamar dan tidak mau bersosialisasi dengan keluarga.
“Hal ini patut dicurigai, ini menjadi awal anak-anak kita bersosialisasi dengan lingkungan negatif. Dan memang  orangtua harus selalu mengecek teman anak-anaknya. Sesekali kita juga periksa gadget mereka agar tidak sampai terperosok,”papar perempuan ayu berjilbab ini.
Kartika juga menigatkan para ortu hendaknya selalu menekankan  nilai-nilai agama selain pengetahuan dan budi pekerti dalam keluarga. dengan harapan anak tahu mana yang baik dan tidak untuk diri dan keluarganya. ani