Sindikat Curanmor Jatim, Sebulan Curi 22 Motor dan 20 Mobil

Kapolda Jatim saat rilis perkara Curanmor di Mapolda Jatim, Rabu (5/2/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) – Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya. Sebanyak tujuh pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari tujuh tersangka tersebut, mereka mempunyai peran yang berbeda-beda. Dua tersangka sebagai eksekutor; warga Silo, Jember, Agus Budiono (50) dan Feri (27). Kemudian dua penadah; warga Torjun, Sampang, Abdul Rahman (40) dan warga Purwodadi, Pasuruan, M. Hanif (30).

Lebih lanjut, dua tersangka sebagai pemalsu surat atau dokumen kendaraan; warga Ngancar Kediri Bismo (44), warga Brondong Lamongan Edy Syafi’i (34). Lalu, warga Mojosari Mojosari Rakhmat Farid (37) berperan mencetak surat palsu.

“Sekarang kami dari tim satgas yang dibentuk Ditreskrimum mengungkap sindikat curanmor. Ini lengkap sindikat ini dari pemetik, penadah, setelah itu pembuat surat palsunya STNK dan penggunanya,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (5/2/2020).

Kompolotan ini, lanjut Luki, banyak beraksi di kawasan arek hingga tapal kuda Jatim. Seperti halnya di Lamongan, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan hingga Banyuwangi. Mereka telah mencuri 22 sepeda motor dan 20 mobil dalam satu bulan.

“Itu dalam waktu satu bulan ini dari Januari awal, dari Satgas yang dibentuk Krimum mengungkap jaringan sindikat,” kata jenderal dua bintang emas ini.

Semua kendaraan yang disita bisa langsung diambil oleh korbannya. Polda Jatim membuka pintu lebar untuk pengambilan ini dan tidak dipungut biaya alias gratis. “Kami serahkan bb-nya langsung, kami juga perintahkan cek fisik kendaraan itu,” kata Luki.

“Ini dari 20 roda empat ada beberapa pemilik yang datang, sehingga masyarakat yang kehilangan bisa melihat sesuai dengan nomor mesin, nomor rangka, bawa bukti STNK dan BPKB. Kita akan berikan gratis, tidak dipungut biaya,” tambahnya.

Salah seorang korban asal Gresik, Ismail Zulkarnain mengaku kehilangan mobilnya di depan rumahnya. Ketika itu ada maling masuk ke rumahnya kemudian mengambil kunci mobil dan membawa kabur mobilnya. “Tanggal 16 Januari kemarin ada kabar gembira, mobil saya ketemu. Alhamdulillah,” pungkasnya.  tim