Percepat Peningkatan Produksi Gas, Pemprov Siap Koordinasi dengan SKK Migas

SURABAYA (global-news.coid) –  Pemprov Jatim menegaskan siap berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa guna mempercepat peningkatan produksi gas di Jatim.  Dengan begitu, produksi  gas mampu memenuhi kebutuhan gas khususnya bagi kalangan industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim.

Setiajid

“Kebutuhan gas di Jatim masih sangat besar. Masih belum semuanya mampu dipenuhi karena ada beberapa kendala, termasuk infrastruktur,” kata Kepala ESDM Provinsi Jatim Setiajit, Rabu (19/2/2020).

Dijelaskan pria yang akan running Pilkada Tuban tahun ini,  banyak faktor yang acap menghambat kegiatan eksplorasi dan eksploitasi hingga gas sampai ke tangan pembeli. Misalnya ketidaktepatan jadwal produksi yang membuat KKKS yang sudah berkomitmen memproduksi migas bisa dirugikan karena calon konsumen mengalihkan kebutuhannya ke sumber mineral lainnya, misalnya solar dan batubara.

Sebagai contoh, produksi gas Husky CNOOC Madura Limited (HCML) yang sudah memproduksi gas di perairan Sampang Madura sejak 2017, namun hingga kini belum semua gasnya bisa terserap pasar.  Menurut informasi sekitar 30 MMCFD produksi gas HCML belum terserap pasar secara maksimal. “Masalah ini harus dicari solusinya. Pemerintah sudah berupaya melakukan deregulasi  agar rantai perizinan dalam industri hulu migas tidak menjadi hambatan,” tambahnya.

Pemprov pun menjanjikan kemudahan perizinan bagi perusahaan migas yang akan melakukan kegiatannya di Jatim.”Barangkali ada perizinan dan Amdal baru, kalau ada kesulitan, kami mohon untuk dapat datang akan kami fasilitasi dan percepat,” kata Setiajit.

Seperti diketahui, Jatim hingga akhir 2019 menjadi lumbung minyak dan gas (Migas)  nasional. Sekitar 30 persen dari 800 ribu Barrel of Day (BoD) produksi minyak nasional disumbang dari produksi lapangan migas dari Jatim. Tak hanya itu, Jatim juga menyumbang 10 – 12 persen dari total pasokan gas di Tanah Air.

Merujuk hasil kajian dari Sub Direktorat Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Jatim mempunyai  wilayah dengan potensi gas cukup besar dan diprediksi menyimpan cadangan gas juga besar. Saat  ini gas yang terkandung di perut bumi Jatim ini diperkirakan sekitar 4,66 Trillions of Standard Cubic Feet of gas (TSCF). Sedangkan gas yang sudah diekploitasi sekitar  628,66 MMCFD, artinya apabila dikalkulasi dari hitungan, maka Jatim masih punya cadangan gas hingga 20 tahun lagi.

Kepala SKK Migas Jabanusa Nurwahidi  mengatakan pihaknya siap mendorong agar sumur gas yang dikelola KKKS segera berproduksi. Ini dilakukan untuk memenuhi permintaan akan gas yang cukup tinggi di Jatim. “Kebutuhan gas untuk industri di Jatim saat ini sekitar 388 juta MMCFD,” katanya.

Pasokan gas di Jatim berasal dari lima produsen gas. Yakni PT Kangean Energi Indonesia Terang Sirasun Batur, Ophir Indonesia, Husky CNOOC Madura Limited (HCML), PT Lapindo Brantas dan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore. “Ada 4 lapangan milik Husky yang siap berproduksi. Potensinya cukup besar.  Ke depan, Husky akan menjadi backbone dalam penyediaan energi gas bumi bagi Jatim,” katanya.

Selanjutnya, pasokan gas ini didistribusikan melalui Stasiun Penerima Gas Kalisogo, Semare, Waru, Tandes dan Gresik. Gas dikirimkan pelanggan gas di Jawa Timur terdiri dari 556 pelanggan industri, 122 pelanggan komersil, dan 65.032 pelanggan rumah tangga. tis