Penumpang Kapal Pesiar pun Kena Corona

 

Kapal pesiar Diamond Princess dikarantina di laut sekitar Pelabuhan Yokohama, Jepang, setelah para penumpangnya terkena virus corona, Rabu (5/2/2020). 

TOKYO (global-news.co.id) – Wabah virus Corona semakin meluas. Semakin mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan Jepang, misalnya, mengkonfirmasi 10 orang yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, juga positif terkena virus Corona. Kapal pesiar itu pun   dikarantina di laut sekitar Pelabuhan Yokohama.

CNN melaporkan, kasus ini dikonfirmasi setelah dilakukan pengetesan kesehatan terhadap 31 orang. Lebih dari 100 sampel hingga saat ini masih menunggu hasil pengetesan.

“Kapal pesiar itu sedang dikarantina di perairan dekat Pelabuhan Yokohama.Ini sudah sesuai prosedur karantina berdasarkan aturan,” kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, dalam jumpa pers di Tokyo kemarin.

Yoshihide mengatakan petugas medis sudah melakukan uji rantai Polymerase (PRC) terhadap seluruh penumpang dan awak kapal tersebut. Kapal itu saat ini masih dilarang mendekat ke daratan sampai keputusan lebih lanjut.

Dalam kapal itu terdapat lebih dari 400 warga Amerika Serikat (AS). Ratusan warga AS itu akan menjalani dikarantina di dalam kapal pesiar bersama lebih dari 3 ribu orang lainnya, selama dua pekan ke depan.

“Kami mengetahui ada 428 warga AS di dalam kapal pesiar Diamond Princess,” demikian pernyataan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Tokyo, seperti dilansir CNN, Rabu (5/2/2020).

Awal kapal pesiar Diamond Princess dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang, setelah salah satu penumpangnya dinyatakan positif virus corona. Penumpang yang berusia 80 tahun itu turun di Hongkong pada 25 Januari lalu. Dia baru dinyatakan positif terinfeksi setelah turun dari kapal.

Dalam kapal itu diketahui ada 3.711 orang, yang terdiri dari 2.666 penumpang dan 1.045 awak. Orang-orang yang diketahui pernah melakukan kontak langsung dengan penumpang yang positif virus corona itu diperiksa secara menyeluruh. Para petugas medis mendatangi setiap kamar untuk memeriksa suhu tubuh dan kondisi kesehatan orang-orang yang ada di dalam kapal pesiar itu.

Selanjutnya Rabu (5/2/2020) waktu setempat kemarin, otoritas Jepang mengumumkan sejauh ini 10 orang di dalam kapal itu dinyatakan positif virus corona. Mereka telah diturunkan dari kapal pesiar itu untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Asal kewarganegaraan dan identitas mereka tidak diungkap ke publik. Tidak diketahui apakah ada warga AS di antaranya.

490 Orang Tewas

Sementara itu, hingga Rabu (5/2/2020), korban meninggal akibat terinfeksi virus corona dilaporkan mencapai 490 orang di seluruh dunia. Penyebaran virus corona sejauh ini mencapai 24.324 kasus.

Pemerintah setempat mengatakan sekitar 12.627 pasien telah mendapat perawatan intensif di Hubei. Sekitar 771 korban di antaranya sejauh ini dinyatakan dalam kondisi kritis.

Dua rumah sakit darurat yang dibangun di Wuhan sejauh ini dinyatakan siap menampung dan merawat pasien. Masing-masing rumah sakit darurat itu rencananya siap menampung pasien hingga 1.000 dan 1.600 orang.

Meningkatnya penyebaran virus corona membuat pemerintah Tiongkok berencana menambah tiga rumah sakit darurat untuk kebutuhan perawatan. Rumah sakit ini dibangun dengan sangat cepat, sekitar 10 hari.

Rumah sakit darurat yang akan dibangun kali ini merupakan bangunan stadion dan ruang pameran yang berada di Distrik Jianghan, Wuchang, dan Dongxihu.

Mengutip AFP, dalam sehari penyebaran virus corona di Provinsi Hubei dikonfirmasi bertambah 3.887 kasus baru. Di seluruh dunia penyebaran virus corona sejauh ini mencapai 24.324.

Penyebaran virus corona yang masif dalam dua bulan terakhir membuat pemerintah Tiongkok kewalahan memenuhi peralatan medis dan masker. Saat ini masyarakat Tiongkok kesulitan mendapatkan masker karena sebagian besar buruh pabrik sedang libur Imlek.

Pemerintah sejumlah provinsi besar di Tiongkok, termasuk Guangdong meminta agar pemerintah pusat membantu menyediakan masker. Mengingat, pemerintah lokal mewajibkan warganya untuk mengenakan masker.

Selain itu jutaan orang lainnya di Tiongkok juga kembali diperintahkan untuk tidak keluar rumah. Sejak pekan lalu, sekitar 56 juta orang di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus corona, telah diisolasi menyusul larangan transportasi umum dan batasan-batasan lainnya sebagai bagian dari upaya mengendalikan penyebaran wabah coronavirus di wilayah tersebut. Dalam beberapa hari ini, sejumlah kota yang jaraknya jauh dari Hubei, juga menerapkan langkah-langkah serupa.

Seperti diberitakan AFP, Rabu (5/2/2020), di Hangzhou yang jaraknya sekitar 175 kilometer barat daya Shanghai, pagar hijau tampak memblokir jalan-jalan di dekat kantor pusat raksasa teknologi Alibaba, sementara sebuah jet tempur berputar-putar di atas kawasan tersebut.

Alibaba tampak tutup, sementara para kurir masuk dan keluar dari daerah perumahan berpagar di sekitarnya untuk mengantarkan barang-barang belanjaan. Perusahaan itu berada di satu dari tiga distrik di mana sekitar tiga juta orang diberitahu minggu ini bahwa hanya satu orang per rumah tangga yang diizinkan keluar setiap dua hari untuk membeli kebutuhan. “Tolong jangan keluar, jangan keluar, jangan keluar!” demikian bunyi pesan lewat pengeras suara yang menyerukan orang untuk memakai masker, mencuci tangan secara teratur dan melaporkan orang-orang yang berasal dari Hubei.

Setidaknya tiga kota lain di provinsi Zhejiang timur — Taizhou, Wenzhou dan beberapa bagian Ningbo — telah menerapkan langkah serupa, yang berdampak pada sekitar 18 juta orang. Kebijakan yang sama juga diterapkan di dua kota hingga sejauh provinsi paling timur laut Tiongkok dan sejumlah kota lainnya di sepanjang pantai timur.

Di Provinsi Henan yang berbatasan dengan Hubei, sebuah distrik di Kota Zhumadian memutuskan bahwa hanya satu orang per rumah tangga yang bisa keluar rumah setiap lima hari sekali. Warga di sana juga ditawarkan hadiah uang jika memberikan informasi mengenai orang-orang yang baru pulang dari Hubei. zis, det, cnni