Pemkot Surabaya Bakal Bangun Rusun Sumbo dan Sememi

Pemkot Surabaya akan merevitalisasi Rusun Sumbo. Karena rusun yang dibangun sejak 1989, kondisinya saat ini sudah tidak layak.

SURABAYA (global-news.co.id) –  Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya  tahun ini akan melanjutkan pembangunan Rusunawa Gunung Anyar yang sempat terbengkalai. Selain itu Pemkot Surabaya juga akan membangun Rusun Sememi dan Rusun Sumbo.

Kabid Permukiman DPRKCKTR Kota Surabaya Adi Gunita mengatakan saat ini Rusunawa Gunung Anyar dilelang kembali, nilainya sekitar Rp 20 miliar. Semula dianggarkan Rp 22 milliar. Sedangkan pekerjaan tiang pancang sudah dikerjakan sejak tahun kemarin, dan hingga saat ini semua belum selesai pembangunannya.

“Jadi lanjutannya kita bangun beberapa kekurangan tiang pancang yang belum diselesaikan, sama pondasi dan penyelesaian lima lantai,” terang Adi kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).

Untuk antisipasi kejadian tahun kemarin agar tidak terulang lagi, Adi berharap mendapatkan kontraktor yang bagus. Sehingga masalah pendanaan dan berujung pada tak tuntasnya pembangunan seperti yang terjadi pada tahun lalu tidak terjadi lagi tahun ini. “Jadi kriteria untuk syarat pengadaan akan diperketat juga. Jadi nanti pemilihan penyedia benar-benar terkait dengan cash flow nya perusahaannya juga,” jelasnya.

Dia menjelaskan sesuai persyaratan di Perpres, jaminan pelaksanaan harus diberikan kontraktor. “Jaminan uang muka itu harus diberikan dari kontraktor ke ULP dan dinas, tetap persyaratan itu harus dilalui,” ungkapnya.

Dia menjelaskan saat ini semua dalam proses lelang.  “Insya Allah pelaksanaan akhir Maret, saat ini masih tahap launching, Jumat besok tayang,” imbuhnya.

Masih menurut Adi, untuk tahun ini Pemkot Surabaya menargetkan untuk membangun rusun guna menyediakan kebutuhan akan hunian bagi masyarakat. Ada tiga rusun yang akan dibangun, yakni Rusun Gunung Anyar, Rusun Sumbo dan Sememi.  “Kalau untuk Rusun Sememi pembangunan barunya  sama dengan Gunung Anyar, kalau yang Sumbo posisinya sudah ada. Cuma kita merekondisi atau merevitalisasi, karena rusun yang ada dibangun sejak 1989 dan kondisinya saat ini dinyatakan tidak layak,” paparnya.

Lanjut Adi, untuk anggaran kurang lebih Rp 20 miliar, hampir sama dengan lainnya dan akan dikerjakan tahun ini juga. “Kalau di Sememi lokasinya depan SMAN 12, cuma satu blok. Di Rusun Sumbo dua blok,” pungkasnya. pur