Pasokan Blanko KTP Elektronik di Kota Surabaya Kembali Normal

Pencetakan KTP-el terus dikebut oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya. Sebab, hingga saat ini masih ada 100 ribu lebih warga Surabaya yang pengajuan cetak KTP-el nya belum dapat dicukupi.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pencetakan KTP Elektronik (KTP-el) terus dikebut oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya. Sebab, hingga saat ini masih ada 100 ribu lebih warga Surabaya yang pengajuan cetak KTP-el nya belum dapat dicukupi, sehingga warga sementara mendapatkan surat keterangan (suket) penggati KTP-el.

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Agus Imam Sonhaji menjelaskan, bahwa dinasnya memiliki tanggungan untuk menyelesaikan penggantian suket pengganti KTP-el tersebut menjadi KTP-el. Sehingga ketika awal pebruari ini pasokan blanko KTP-el normal, pihaknya langsung melakukan percepatan pencetakan KTP-el.

“Apalagi masanya suket itu hanya 6 bulan dan harus diperpanjang lagi apabila belum selesai pencetakan KTP-el nya, sehingga kami ingin menyelesaikan pencetakannya itu,” kata Agus di ruang kerjanya, Rabu (12/2/2020).

Agus menjelaskan, anak buahnya sudah mulai lembur hingga pukul 23.00 WIB tiap harinya untuk melakukan pencetakan. Hal itu akan terus dilakukannya hingga blanko KTP-el habis dan segera meminta kembali ke Kementrian Dalam Negeri guna melanjutkan penyelesaian pengajuan cetak KTP-el yang sementara masih berupa suket tersebut. “Mulai Rabu hingga minggu sore (9/2/2020), kami sudah mencetak hampir 25 ribu KTP-el,” tegasnya.

Tentunya, proses pencetakan itu memegang teguh azas antrian. Artinya, yang dicetak terlebih dahulu adalah pendaftar atau pemegang suket yang lebih awal. Di samping itu, Dispendukcapil juga mendahulukan warga  yang baru pertama kali mengajukan KTP-el (umur 17 tahun atau baru perekaman KTP-el), bukan yang karena hilang / rusak dan sebagainya. “Karena ini jumlahnya sangat banyak, ya memang harus menunggu. Kami tidak mencetak lebih dulu KTP-el warga yang baru daftar,”  ujarnya.

Agus menjelaskan, setelah KTP-el itu tercetak, selanjutnya Dispendukcapil mengirimkan KTP-el tersebut ke kelurahan-kelurahan untuk memudahkan warga dalam mengambilnya, sehingga warga tidak perlu ke Siola untuk mengambilnya. Hingga Jumat, Dispendukcapil sudah mengirimkan lebih dari 3 ribu – an KTP-el ke kelurahan-kelurahan. “Jadi, ini sama-sama jalan. Pencetakan dikebut dan pendistribusian ke kelurahan-kelurahan hingga sampai ke tangan pemohon / warga juga dikebut,” imbuhnya.

Nah, bagaimana cara warga mengetahui bahwa KTP-el yang diajukan nya sudah tercetak atau belum? Agus menjelaskan warga bisa langsung menscan QR Code yang ada di suket masing-masing (posisi QR Code ada dibawah foto). Setelah discan, akan langsung tampil keterangan sudah dicetak atau belum. “Banyak aplikasi QR Code yang bisa di download di play store, lalu silahkan scan QR Code yang ada di suket,” katanya.

Di samping itu, apabila warga ingin mengetahui tracking proses cetak sampai ke lokasi kelurahan sesuai alamat di KTP-el nya lebih detail, maka bisa juga mendownload aplikasi “Surabaya e-ID” di play store. Setelah mendapatkan akun dan bisa masuk ke aplikasi itu, nanti bisa diklik menu takon.ID dan akan terbuka detail apakah sudah tercetak atau belum.

“Bahkan, jika sudah tercetak, akan diketahui sampai sejauh mana progres distribusi KTP-el nya. Misal masih di pilah di Dispendukcapil atau sudah proses pengiriman oleh caraka atau sudah diterima oleh petugas kelurahan. Itu bisa diketahui semua,” katanya. pur