Masyarakat Harus Bijak Menyaring Informasi Kanker

Dr Ong Kong Wee dari Singapura saat memaparkan materi membedah kanker payudara dengan sayatan kecil.

SURABAYA (global-news.co.id) – Hingga kini segala hal tentang kanker payudara masih menjadi sesuatu yang mengerikan bagi sebagian masyarakat dan edukasi mengenai kanker masih sangat kurang di masyarakat luas. Mitos-mitos bahkan informasi tentang kanker pun bertebaran lewat media sosial, tanpa mengetahui dan mengonfirmasi kebenarannya pada ahli.

Terkait mitos dan informasi tentang kanker yang bertebaran di media sosial, Prof Dr dr Ami Ashariati SpPD-KHOM, FINASIM mengatakan, pemberi informasi tidak bisa disalahkan karena di media sosial siapapun bisa mengemukakan pendapat. “Hanya masyarakatnya yang jangan mudah percaya. Yang menangkap informasi itu yang harus bijak menyaring. Masyarakat jangan mudah percaya,” tandasnya usai gathering & health talk bertema ‘Breast Cancer: Fight Ignorance, Educate Yourself with the Expert’ yang digelar MedicElle Clinic, Sabtu (29/2/2020).

Ia mencontohkan mitos manis. Dijelaskan, ini terkait dengan diabetes. “Orang dengan diabetes itu regulasi gulanya jelek. Kalau gulanya bolak balik tinggi akan membuat perubahan, provokator jadi lebih aktif, jadi lebih gampang memengaruhi molekuler-molekuler dalam tubuh. Jadi orang diabetes itu kental banget dengan kanker. Nah ini dibalik sama orang, bahwa orang yang menderita kanker tidak boleh makan gula. Bukan seperti itu. Ini lebih untuk pasien diabetesnya, regulasinya harus baik supaya tidak kena kanker,” terangnya.

Ditambahkan, kalau seseorang tidak punya masalah kencing manis, mengonsumsi gula tak masalah asal levernya bagus. Gula itu kalorinya dibutuhkan, otak manusia hampir 60% membutuhkan kalori, begitu juga otot. Kalori ini bisa didapatkan dari gula  langsung dan lemak.

Informasi yang juga kerap beredar, jangan mengenakan bra warna hitam saat siang hari karena akan  menyebabkan kanker. Menanggapi ini, Ami lagi-lagi meminta masyarakat untuk pandai-pandai menyaring informasi. “Yang terpenting itu jangan sampai terpengaruh emosinya. Makan ini nggak boleh, makan itu nggak boleh. Perubahan emosi itu penting, kalau rasa tegang itu terus menerus terjadi di alam bawah sadar kita, akan jadi stresor yang tinggi dan jadi pemicu utama timbulnya kanker,” tandasnya.

Menurut dia, makanan apa pun boleh dikonsumsi penderita kanker, asal dalam jumlah yang rasional dan tidak terus menerus. “Pakai bra warna hitam pun insyaallah tidak apa-apa. Karena apa yang kita ucapkan itu kan juga doa buat kita,” ujarnya.

Sementara dr Sahar Bawazeer SpB menyebut, kemajuan teknologi membuat kanker bisa dideteksi sejak dini. Dan semakin dini dideteksi maka akan meningkatkan harapan hidup pasien kanker payudara. “Lewat kegiatan ini kami ingin agar pasien dan masyarakat mendapat informasi dan edukasi secara benar lengkap tentang kanker dari dokter bedah, dokter radiologi dan tentang kemoterapi, supaya mereka tahu kalau pengobatan kanker itu tidak seseram yang dibayangkan,” kata spesialis bedah umum dan payudara yang juga Dirut MedicElle Clinic ini.ret