Jadi Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, Gus Kikin Sebut Amanah yang Sangat Berat

KH Abdul Hakim Mahfud alias Gus Kikin mendapat amanah menjadi pengasuh Ponpes Tebuireng sepeninggal Gus Sholah.

JOMBANG (global-news.co.id) – Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang kehilangan sosok panutan setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah pengasuh ponpes tersebut. Sebelum wafat, Gus Sholah ternyata sudah menunjuk calon penggantinya untuk mengasuh ponpes yang didirikan Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari tersebut.

Sosok penerus tongkat estafet kepemimpinan Ponpes Tebuireng yakni KH Abdul Hakim Mahfud atau yang akrab disapa Gus Kikin.

Gus Kikin menjelaskan, amanah menjadi pengasuh pesantren ini telah diterimanya sejak empat tahun lalu. Saat itu, tepatnya pada Januari 2016 lalu, Gus Sholah mengumpulkan seluruh keluarga keturunan KH Hasyim Asy’ari dan berbicara mengenai calon penggantinya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh perwakilan keluarga diberi kesempatan untuk berbicara mengenai kriteria calon pengganti Gus Sholah. “Berdasarkan hasil musyawarah keluarga itulah, Gus Sholah kemudian mengangkat saya menjadi wakil pengasuh yang sekaligus dikader untuk menjadi calon penerusnya,” katanya, Selasa (4/2/2020).

Seperti halnya Gus Sholah, Gus Kikin juga merupakan keturunan dari pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari. Gus Kikin merupakan keturunan generasi keempat dari KH Hasyim Asy’ari.

Nenek Gus Kikin, yaitu Nyai Khoiriyah merupakan putri pertama KH Hasyim Asy’ari atau kakak kandung dari KH Wahid Hasyim, ayah Gus Dur dan Gus Sholah. “Tugas menjadi pengasuh Ponpes Tebuireng menggantikan Gus Sholah ini sangat berat,” ucapnya.

Menurut Gus Kikin, semasa diasuh Gus Sholah, Pesantren Tebuireng berkembang sangat pesat bahkan sampai memiliki 14 cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya pesantren, Tebuireng juga memiliki banyak sekolah modern termasuk sekolah mualimin hingga universitas. Sepeninggal Gus Sholah, Gus Kikin berjanji akan terus berjuang mengembangkan apa yang sudah dirintis adik kandung Gus Dur tersebut. ine