HPN 2020, Polisi Minta Media Perangi Hoaks

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono saat menghadiri peringatan HPN 2020 di wilayah setempat, Selasa (11/2/2020) malam.

MADIUN (global-news.co.id) – Polisi Madiun Kabupaten gencar memerangi berita hoaks yang marak terjadi akhir-akhir ini. Dalam Focus Group Discussion bertema Sinergitas Polri dan Pers Perangi Hoaks di Joglo Polres Madiun. Polisi meminta media untuk selektif dalam memberikan informasi berita.

Kegiatan Focus Group Discussion yang dihadiri puluhan wartawan lokal dan nasional serta pakar perguruan tinggi ini sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN). “Perkembangan dunia internet saat ini sudah sangat pesat, salah satunya media sosial, sementara itu perkembangan media sosial itu sendiri oleh pihak tidak bertanggung jawab dipergunakan untuk membuat berita hoaks dan menyebarkannya. Maka dari itu teman media atau insan pers harus selektif untuk membuat berita,” ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan, Selasa (11/2/2020) malam.

Dampak berita hoaks itu, jelas dia, bisa menurunkan reputasi pihak yang dirugikan dan menguntungkan pihak tertentu. Selain itu memicu perpecahan bangsa. Dia mencontohkan kasus bakso milik Sugeng yang terdampak berita hoaks karena memakai daging tikus. Dan faktanya akhirnya dipercaya orang.

“Salah satu contoh dari beredarnya berita hoaks adalah viralnya warung malaya milik mas Sugeng di Kecamatan Pilangkenceng, beberapa waktu lalu. Dengan adanya kejadian tersebut diharapkan wartawan untuk memverifikasi kebenaran berita sebelum diposting. Agar nantinya tidak ada yang dirugikan setelah berita tersebut diposting orang lain,” tandasnya.

Kapolres Madiun menjelaskan sebelum mengshare berita secara luas, harus menyaring dengan mencari kebenaran berita tersebut. “Cari dulu kebenaran berita tersebut sebelum mengirim ke redaksinya,” tandasnya.

Sementara Ketua PWI Madiun, Siswo Widodo menjelaskan saat ini peran media massa, baik online, telivisi, radio dan cetak sangat penting dalam menjaga kamtibmas bersama. “Saat ini memang persaingan media sangat penting untuk menjaga Kamtibmas bersama. Sedangkan berita hoaks sendiri tidak hanya berupa tulisan maupun lisan, tapi juga bisa berupa gambar foto jadi mari kita ikut selektif dalam menyampaikan berita,” ujar Siswo. dtc