Hadapi Era Revolusi 4.0 PT PWU Jatim Butuh Suntikan Rp150 miliar

SURABAYA (global-news.co.id) – Untuk meningkatkan etos kerja dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, PT Panca Wira Usaha (PWU Jatim) perlu support dana guna memberikan motivasi. Adapun dana yang dibutuhkan oleh PT PWU Jatim sebagai holding company maupun anak perusahaan sebesar Rp 150 miliar.

Direktur Utama PT Panca Wira Usaha Jatim Erlangga Satriagung

Direktur Utama PT Panca Wira Usaha Jatim Erlangga Satriagung mengatakan bahwa rapat kerja ini pada prinsipnya adalah membangun etos kerja, membangun sumber daya manusia serta membuat rencana kerja di tahun 2020. Untuk peningkatan kapasitas, peremajaan mesin serta membereskan aset-aset alas hak, pihaknya membutuhkan tambahan modal sekitar Rp 150 miliar .

“Modal Rp 150 miliar ini untuk investasi mesin baru guna peningkatan kapasitas, ada mesin-mesin sudah lama sekali, mesinnya itu sejak zaman Belanda dulu. Di samping itu, untuk membereskan aset-aset alas hak. Ini juga harus dibereskan untuk bisa dikerjasamakan,” kata Erlangga Satriagung dalam rapat kerja di Hotel Novotel, Senin (3/2/2020).

Tambahan modal tersebut tegas Erlangga mutlak dibutuhkan, mengingat dalam dari PP No 54 Tahun 2017 tentang BUMD itu asetnya tidak boleh dijaminkan. Begitu juga dengan Perda tentag Aset yang tidak boleh dipindahtangankan. “Akibatnya kami tidak bisa melakukan upaya-upaya bagaimana melakukan peningkatan permodalan dari pihak perbankan. Ini yang kami diskusikan dengan asisten II Setdaprov Pemprov, bagaimana caranya kalau modal tidak dikasih dan aset yang diberi tidak bisa diapa-apain. Padahal, bisnis itu kan urusan modal,” ungkapnya.

Lebih jauh mantan Ketua KADIN Jatim ini menjelaskan bahwa banyak pihak yang mengatakan modal itu urusan belakang, karena yang terpenting adalah jaringan. Namun Erlangga menegaskan ketika masuk pada bisnis riil, modallah yang menjadi utama. “Kecuali skala usaha yang kecil. Tapi begitu menengah atas, itu ya tidak bisa kalau tidak berbicara modal,” dalihnya.

Ia mengakui bahwa perlu dilakukan penambahan investasi. Sebab, kata Erlanggga, banyak dari anak perusahaan PT PWU Jatim peralatan mesinnya jadul. “Nah, ini perlu dimodernisasi untuk kekuatan dan ketepatan yang ditetapkan oleh kastemer,” tambah Erlangga.

Kendati demikian, Erlangga memastikan anak perusahaan yang dipegang telah mengalami keuntungan alias tidak ada yang merugi. “Bahkan kualitas produk telah kami jaga. Jangan sampai yang jadi kendala itu kalah dengan produk negara lain, seperti Tiongkok dan Inggris,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dalam raker ini yang menjadi fokus bahasan, bukan urusan peningkatan laba, tetapi bagaimana meningkatkan market share. Erlangga mengaku juga meneliti satu persatu market sharenya anak perusahaan mencapai berapa persen dari kebutuhan masyarakat. “Kalau masih kecil berarti market share ya masih bisa ditingkatkan. Nah konsentrasinya di situ,” terangnya.

Kalau market share naik secara otomatis laba juga mengalami kenaikan. “Jadi mengikuti, ya. Tidak diubek urusan laba saja. Bagaimana upaya mendekatkan market share, meningkatkan jaringan pasar, memperkuat tenaga marketing, ini yang diperkuat dan menjaga serta meningkatkan kapasitas produksi,” pungkas Erlanggga. ani