Forum Sinergitas Buat DPRD Jogja Iri Ingin Gelar Sendiri

Forum Sinergitas yang menghadirkan sejumlah pembicara tingkat nasional yang digelar DPRD Jatim, Sabtu (8/2/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) –  Langkah Komisi A DPRD Jatim Forum Sinergitas Nasional yang menghadirkan sejumlah pembicara tingkat nasional ternyata membuat iri DPRD Provinsi Jogjakarta. Bahkan provinsi tersebut berencana akan menggelar acara sinergitas sendiri.

Ketua Komisi A DPRD Jatim Mayjen TNI (Purn) Estu Hari Subagyo menegaskan jika acara  sinergitas kali ini adalah kelanjutan forum yang pernah dilaksanakan Komisi A yang mendatangkan Mendagri dan Kapolri. Tak heran acara yang dihadiri sejumlah ormas dan organisasi kepemudaan ini membuat iri DPRD Jogja untuk menggelar sendiri acara tersebut.

“Memang kami tengah membahas acara ini menjadi agenda tahunan Komisi A. Atau paling tidak bisa digelar tiga bulan sekali. Dari acara ini banyak hikmah yang dipetik khususnya pada nilai-nilai kebangsaan. Apalagi dari sejumlah  pembicara tersebut ada dari Lemhanas yang tentunya program yang diemban Lemhanas sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Jadi tak heran jika banyak wilayah yang iri dan ingin menggelar forum semacam ini sendiri,”tegas politikus asal Partai Golkar, Sabtu (8/2/2020).

Lebih lanjut dipaparkan pria yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim bila kegiatan sinergitas yang digelar kemarin mengambil tema “Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Guna Mewujudkan Insan yang Berkarakter”. Sebab, yang hadir dalam acara itu juga tidak hanya anggota dewan, tapi semua aparat dan melibatkan seluruh Indonesia, Sekwan se-Indonesia, Ketua DPRD dan Ketua Komisi A se- Indonesia.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak kemarin membuka kegiatan ini. Tampak hadir saat pembukaan Wakil Ketua DPRD Jatim, Aspotmar Koarmada ll mewakili Pangkoarmada ll, Dirdok Kodiklatal mewakili Dankodiklatal, perwakilan Kodam V/Brawijaya, perwakilan Polda Jatim, Staf Khusus Kepresidenan Laksda TNI (Purn) Leonardi, Bupati se-Jawa Timur, Ketua DPRD TK ll se-Jawa Timur, perwakilan mahasiswa dan perwakilan Ormas

Dari acara ini diharapkan akan mampu meyakinkan bagi orang perorang tentang wawasan kebangsaan. Hasilnya juga bisa diterapkan pada reses anggota DPRD, sebab ada materi tentang falsafah Pancasila. Dia menegaskan, bahwa nafas Pancasila harus membumi di seluruh warga negara dan tidak bosan-bosannya nafas Pancasila terus ditanamkan ke semua orang.

Pada Forum Sinergitas Nasional yang bertemakan ‘Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Guna Mewujudkan Insan yang Berkarakter’ menghadirkan narasumber antara lain Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan RI Laksda TNI (Purn) Ir Leonardi MSc, Mayjen TNI Dr I Putu Sastra Wingarta dan Mayjen TNI Imam Maksudi dari Lemhanas RI.

Ditambahkannya, sebagai bangsa yang majemuk, nilai-nilai kebangsaan merupakan hal yang harus dijaga demi terjaganya kerukunan serta utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, sebagai bagian dari bangsa yang besar sepatutnya nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap, semangat nilai-nilai kebangsaan yang diperkuat oleh karakter yang kuat akan mencerminkan nilai sebagai bangsa yang besar sesuai Pancasila dan UUD 1945 bisa tertanam dalam kehidupan sehari-hari,” papar Estu.

Saat ini, lanjutnya aktualisasi nilai-nilai kebangsaan memiliki cara pandang yang sangat sulit diterjemahkan. Itu dikarenakan permasalahan di masyarakat sangatlah pragmatis dan kompleks. Terkadang, permasalahan sosial bisa diselesaikan dengan ilmu ekonomi atau masalah lain diselesaikan dengan pendekatan ilmu lainnya.

Maka, lewat permasalahan yang kompleks tersebut dibutuhkan nilai-nilai kebangsaan sebagai sebuah solusi dalam keseharian bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Terkait munculnya desakan agar ada lagi pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) menurut Estu hal itu sah-sah saja. Karena paham kebangsaan memang harus ditanamkan sejak sekolah dasar.

“Saya melihat itu sah-sah saja. Tapi apakah hal tersebut dibawa ke Mendikbud, tentunya perlu kajian yang mendalam. Karena memang pembelajaran nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak dini,”papar pria berpenampilan kalem ini. ani