Disdik Kembali Gelar Uji Kompetensi Membaca Al Quran Bagi Siswa SD

Pelaksanaan Uji Kompetensi baca Al Quran yang dilakukan di sebuah masjid.

PAMEKASAN (global-news.com) – Dinas Pendidikan Pamekasan kembali menggelar Uji Kompetensi kemampuan baca Al Quran bagi para siswa kelas VI SD. Ujian digelar rutin tiap tahun bagi siswa kelas VI SD yang segera akan mengikuti ujian akhir sekolah. Meski demikian uji kompetensi ini tidak menjadi syarat kelulusan ujian sekolah bagi siswa.

Uji kompetensi dilaksanakan di tiap tiap gusus sekolah secara serentak hingga tuntas mulai Minggu (9/2/2020) kemarin. Ujian ada yang dilakukan di sekolah ada juga yang dilakukan di masjid. Untuk kesuksesan program ini Disdik Pamekasan bekerjasama dengan BKPRMI Kabupaten Pamekasan dan LP2SI Pamekasan sebagai tim penguji.

Kepala Disdik Pamekasan Pramajaya didampingi Kasi Pembelajaran SD, Fatimatuzzahra, mengungkapkan, ujian yang dilakukan rutin ti ap tahun ini tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana keterampilan membaca Al Quran yang dimiliki oleh anak sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan oleh tim penguji.

“Sesuai dengan Perda No 4 tahun 2014 itu, tentu kalau outputnya diharapkan setiap anak yang lulus SD itu sudah diidentifikasi kemampuan membaca Al Qurannya, sehingga diharapkan di jenjang berikutnya di SMP semakin dibina, sehingga masing-masing siswa itu secara terus berkesinambungan termotivasi untuk melanjutkan membaca Al Quran itu dengan sebaik-baiknya,” katanya Senin (10/2/2020).

Selain itu, kata Pramajaya, outcome dari kegiatan ini diharapkan dengan mempelajari Al Quran mereka akan termotivasi belajar utuh, terukur dan diharapakan mereka menjadi generasi yang cerdas secara Qurani cerdas secara spiritual, mempunyai nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan sesuai ajaran Agama Islam dan nilai nilai Gerbang Salam yang jadi icon Pamekasan.

“Secara kuantitatif itu ada perkembangan yang siginifikan, kita melihat semakin lama dari segi kuantitas hasil itu semakin bagus. Jadi mungkin karena mereka lebih siap dan termotivasi jadi jelas lebih bagus. Suatu saat kita akan meningkatkan indikator itu kita lihat dulu fasenya dalam 5 tahun terakhir ini,” terangnya.

Pramajaya menegaskan sebagai motivasi para siswa yang memiliki kemampuan melebihi dari indikator uji kompetensi yang ditetapkan tim penguji, nanti akan mendapat penghargaan dari Disdik dan mereka bisa dibina melalui program tersendiri seperti olimpiade bidang keagamaan dan lain sebagainya.

“Yang jelas secara inovasi yang kami lakukan adalah dengan memberi reward. Jadi mereka kalau kemarin selesai ujian selesai, untuk 2 tahun ini tahun 2019 dan 2020, tetap diadakan. Biar termotivasi, mereka setelah kita uji itu ditentukan terbaik disekolah A dan B kemudian dilanjutkan yang terbaik ditingkat gugus sekolah hingga dilevel tingkat kecamatan,” jelas Pramajaya. (mas)