Dewan Yakin IPM Jatim Akan Naik di 2020 Pasca Disahkannya UU 18 Tahun 2019

SURABAYA (global-news.co.id) – Terpuruknya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim yang menempati urutan keempat setelah DKI, Jabar dan Jateng pada tahun 2019, memang sangat mengagetkan DPRD Jatim. Karenanya para legislatif berharap di tahun 2020 ini ada kenaikan, paling tidak pada urutan kedua setelah DKI.

Muzamil Syafii

Ketua Fraksi NasDem DPRD.Jatim Muzamil Syafii menegaskan jika rendahnya IPM Jatim pada 2019, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) dibanding tahun-tahun sebelumnya, akibat lulusan yang diterima di dunia kerja antara usia 25 sampai 44 tahun dominan adalah lulusan kelas dua SMA.  Karenanya dengan program Jatim Cerdas ditambah adanya UU No 18 Tahun 2019 di mana  akan ada pengakuan secara formal bagi para santri produk pesantren diharapkan dapat meningkatkan IPM dari sektor pendidikan secara drastis.
“Memang kita akui jika untuk lulusan sekolah yang masuk dunia kerja rata-rata tidak lulus SMA. Belum lagi lulusan ponpes sebelumnya tidak diakui seperti sekolah umum. Padahal di Jatim banyak sekali berdiri ponpes, dengan jumlah siswa yang tidak sedikit. Karenanya dengan aturan yang baru soal ponpes, saya optimistis IPM Jatim pada 2020 akan naik,”tegas pria yang juga Anggota Komisi A DPRD Jatim, Sabtu (22/2/2020).
Seperti diketahui, capaian IPM Jatim  paling rendah dibanding tiga provinsi lain di Pulau Jawa. Provinsi DKI Jakarta tercatat sebesar 80,76, Jawa Barat (Jabar) 72,03 dan Jawa Tengah (Jateng) 71,73.
Di Jatim, Surabaya tercatat mempunyai IPM tertinggi dengan capaian sebesar 82,22. Sementara IPM terendah tercatat di Sampang sebesar 61,94. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya  membangun kualitas hidup manusia (masyarakat).     IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Data BPS Jatim juga mencatat, pembangunan manusia di Jatim terus mengalami kemajuan selama periode 2013-2019. Dari 67,55 di 2013 meningkat menjadi 71,50 di 2019. Artinya, selama periode tersebut tumbuh 5,85 persen. Rata-rata pertumbuhan selama kurun waktu 2013-2019 sebesar 0,99 persen per tahun. ani