Dengan Rekristalisasi Garam, Bunder Siap Jadi Desa Tematik

Taufiq bersama Bupati dan Camat Pademawu.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Kembali muncul desa yang menyatakan kesiapannya menjadi Desa Tematik. Kali ini Desa Bunder Kecamatan Pademawu yang siap menjadi desa berkemajuan dan menjadi pusat pengembangan ekonomi tersebut. Pemkab Pamekasan mendukung penuh keinginan tersebut.

Dukungan Pemkab Pamekasan diungkapkan langsung oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam, pada saat aparat Desa Bunder bersama pengelola BUMDes Bunder menghadap Bupati Badrut Tamam beberapa waktu lalu. Mereka menemui bupati setelah Desa Bunder raih juara pertama Sinodes (kompetisi inovasi desa ) tingkat Jawa Timur akhir tahun 2019 lalu.

“Alhamdulillah Bapak Bupati sepenuhnya mendukung keinginan kami menjadi Desa Tematik. Yaitu desa yang ingin mengembangkan rekristalisasi garam sebagai proyek utama. Selain itu juga ada pengembangan sector lain di desa kami yakni sector edu wisata,” kata Taufik Hidayat, Pimpinan BUMDes Bunder, Minggu (16/2/2020).

Taufiq membenarkan kalau respon positif Bupati Badrut Tamam berkait prestasi Desa Bunder sebagai juara Sinodes Jatim. Saat mendengar meraih juara, Bupati Badrut Tamam, langsung merespon agar juara itu tidak hanya berbentuk prestasi yang verbal, namun harus diwujudkan dengan program konkret terkait dengan pemberdayaan masyarakat langsung.

“Itu sebenarnya respon Bupati pada saat kami juara Sinodes. Dia berharap pada desa yang mendapat prestasi itu tidak hanya untuk prestasi. Prestasi bukan untuk prestasi katanya bupati. Pengetahuan bukan untuk pengetahuan. Bupati ngomong ini waktu acara bulan gotong royong Pamekasan. Jadi dia berharap ada penghargaan ada action ada kerja nyata,” ungkap Taufik.

Dengan respon positif itulah, lanjut Taufiq, akhirnya dia bersama elemen lainnya di Desa Bunder mencoba melakukan analisis. Sebelumnya di Desa Bunder sudah membangun edu wisata, yang sudah dilaksanakan pra-launching. Terkait dengan rekristalisasi garam, Taufiq mengaku kini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak luar terkait pemasaran dan teknologi.

“Ternyata Bapak Bupati sangat antusias, makanya pertama yang saya ingin ucapkan terima kasih kepada beliau yang sudah merespon dan memberi waktunya kepada kami Desa Bunder untuk mencarikan solusi. Alhamdulillah beliau komitmen untuk mengawal proses yang dilakukan desa, baik itu proses perizinan dan dukungan lain berupa dukungan dari dinas terkait,” ungkap Taufik.

Saat audiensi dengan Bupati, Taufiq mengaku membawa semacam analisis potensi desa yang ingin dikerjakan. Tujuannya ingin menunjukkan bahwa desanya ingin berkontribusi pada program pemerintah menuju Pamekasan hebat dengan data yang jelas dan juga merespon kuat gagasan bupati soal Desa Tematik.

“Kami ingin mewujudkan desa tematik dengan rekristalisasi garam satu paket dengan eduwisata. Jadi satu paket nanti, tidak hanya produksi juga ada budaya di situ. Di situ juga ada anak-anak generasi di desa kami juga agar tahu bagaimana pengelola, dan pengembangan garam. Karena bapak Bupati sarankan keterampilan rekristalisasi garam juga diketahui oleh anak-anak muda,” pungkasnya. (mas)