Calon Perorangan Tinggi, KPU Jatim Tunggu Penyerahan Syarat Dukungan

SURABAYA (global-news.co.id) –  Kesadaran masyarakat untuk berpolitik di Jatim terus meningkat. Buktinya dalam pelaksanaan  pilkada serentak di Jatim yang digelar pada 23 September 2020 untuk jumlah calon perorangan terus meningkat. Dari 19 pilkada di Jatim, ternyata ada 14 wilayah yang ada calon perorangannya, sisanya lima wilayah hingga kini masih kosong.

Choirul Anam

Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengakui jika calon perorangan tahun ini sangat banyak  dibandingkan sebelumnya. Karenanya untuk penyerahan dukungan calon perseorangan dan  pembentukan PPS, sesuai dengan PKPU 16 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Tahun 2020 mulai mulai digelar Rabu (19/2/2020) kemarin hingga – 23 Februari 2020.

“Penyerahan dukungan ini   merupakan tahapan penyerahan dukungan bagi bakal pasangan calon dari jalur perseorangan. Pada 4 hari pertama, dijadwalkan mulai pukul 08.00 – 16.00, sedangkan untuk hari terakhir penyerahan dilaksanakan mulai 08.00 – 24.00,” ujar mantan komisioner KPU Kota Surabaya ini, Rabu (19/2/2020).

Ditambahkannya dari pantauan di 19 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pemilihan di Jatim, 14 kabupaten/kota diantaranya berpotensi ada pasangan calon perseorangan dan 5 di antaranya kemungkinan tidak ada calon perseorangan.

Hal ini terlihat, dari bakal pasangan calon perseorangan yang sudah mengambil akun Silon (Sistem Informasi Pencalonan), mengingat dalam proses pemenuhan dukungan semua bakal calon perseorangan wajib untuk mengunggahnya dalam aplikasi tersebut.

Adapun 14 kabupaten kota yang berpotensi memiliki bakal calon perseorangan di antaranya Banyuwangi  bakal pasangan calon (balon) perseorangan 2, Blitar 2 balon, Jember 2  balon, Kediri 3 balon, Kota Blitar 3 balon, Kota Surabaya 6 balon , Lamongan 2 balon, Malang 1 balon, Mojokerto 4 balon, Ngawi 1 balon, Pacitan 1 balon,  Ponorogo 1  balon, Sidoarjo 4 balon dan Tuban 1 balon.

Sementara 5 daerah yang berpotensi tidak ada calon perorangan adalah Gresik, Kota Pasuruan, Situbondo, Sumenep dan Trenggalek.   “Kami berharap dalam penyerahan dukungan tersebut bisa dilakukan di awal-awal waktu yang sudah ditetapkan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan penyelenggara. Insya Allah 19 KPU kabupaten/kota di Jawa Timur sudah sangat siap untuk menerima penyerahan dukungan dari semua bakal calon perseorangan,” katanya.

Dalam proses penyerahan dukungan, KPU tidak serta merta menyatakan dukungannya memenuhi syarat atau tidak, mengingat jumlah syarat minimal dukungan yang cukup besar.

KPU Kabupaten / Kota memiliki waktu mulai 19 Februari – 26 Februari untuk melakukan pengecekan jumlah dukungan dan sebaran terhadap dokumen dukungan yang diterima.  Setelah dinyatakan memenuhi syarat, lanjutnya maka tahapan selanjutnya adalah melakukan verifikasi administrasi dan kegandaan mulai 27 Februari sampai 25 Maret 2020 untuk kemudian dilakukan verifikasi faktual di tingkat desa / kelurahan.

Sementara itu, selain melakukan tahapan penyerahan dukungan untuk calon perorangan, 19 KPU kabupaten / kota di Jawa Timur juga sedang melaksanakan tahapan pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk 4.789 desa / kelurahan. Total kebutuhan personel PPS di Jawa Timur sejumlah 14.367 orang.

Pendaftaran untuk menjadi anggota PPS sudah dibuka mulai 18 – 24 Februari 2020.  Ada beberapa syarat untuk menjadi anggota PPS di antaranya, berusia paling rendah 17 tahun, pendidikan SMA atau sederajat,  bukan anggota parpol paling tidak 5 tahun terakhir, berdomisili dalam wilayah kerja PPS, sehat jasmani dan rohani.

Terpisah, Komisioner KPU Kota Surabaya Bairi menengaskan jika sampai pukul 09.52 belum ada calon perseorangan yang menyerahkan syarat minimum dukungan (Syarminduk). Namun demikian KPU tetap menunggu sampai 26 Februari 2020, sebagai batas akhir penyerahan dokumen dukungan. ani

 

5 Kabupaten/Kota yang Berpotensi Tidak Ada Calon Perorangan

Gresik

Kota Pasuruan

Situbondo

Sumenep

Trenggalek

Sumber : KPU Jatim