Antisipasi Virus Corona, Komisi E Akui Dinkes Jatim Minta RS Kab/Kota Siapkan Ruang Isolasi

SURABAYA (global-news.co.id) –  Moncernya destinasi wisata yang mampu mengundang wisatawan asing datang ke Banyuwangi membuat kabupaten paling ujung Jatim ini melakukan antisipasi ekstra terkait mewabahnya virus corona. Bahkan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim sudah menginstruksikan rumah sakit induk di setiap kab/kota menyiapkan ruang isolasi berikut baju khusus untuk tenaga medis.

Anggota Komisi E asal Dapil III Zainiye

Anggota Komisi E asal Dapil  III yang terdiri dari Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi  Zainiye mengaku jika Jatim sudah melakukan antisipasi bomingnya virus corona. Di antaranya dengan mengirim surat di sejumlah rumah sakit induk atau milik pemerintah kab/kota untuk menyiapkan ruang isolasi hingga baju khusus untuk tenaga medis. Di sisi lain Dinkes Jatim diminta rumah sakit hingga tingkat puskesmas untuk melakukan sosialisasi terkait penularan virus corona.

“Insya Allah  Jatim sudah siap melakukan antisipasi terhadap penyebaran virus corona. Selain di setiap bandara sudah terpasang alat pendeteksi suhu badan, setiap rumah sakit diwajibkan melakukan sosialisasi penyebaran virus corona hingga di tingkat puskesmas,”papar mantan Wakil Ketua Kab Situbondo ini, Minggu (2/2/2020).

Terpisah Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember Nurhasan minta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat agar mencekal kedatangan ratusan tenaga kerja asing dari Tiongkok (China). Adapun jumlah TKA Tiongkok di kawasan Puger Jember, sekitar 500 orang yang bekerja di pabrik semen.

Ratusan TKA ini pulang kampung saat Imlek. Komisi D ingin agar mereka dilarang balik dulu ke Jember untuk sementara waktu. “Kami minta Disnakertrans berkoordinasi dengan Imigrasi supaya mereka tidak masuk dulu ke Jember. Kita harus lebih mengedepankan keselamatan warga daripada investasi yang dibangga-banggakan itu,” kata Nurhasan.

Apalagi saat ini sempat ada isu di media sosial bahwa corona sudah masuk Jember. Namun isu tersebut dibantah oleh Rumah Sakit Siloam.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum dr Soebandi mempersiapkan antisipasi munculnya wabah virus corona. Namun sejauh ini belum ada laporan soal kasus yang masuk.  “Sudah ada instruksi agar semua rumah sakit mewaspadai corona,” kata Kepala Instalasi Humas dan PKRS Septyono Hariawan.

RS Daerah dr Soebandi tengah menyiapkan ruang khusus isolasi untuk mengantisipasi pasien corona. Penyiapan ruang ini menanti prosedur tetap dan prosedur teknis dari Kementerian Kesehatan. Namun pada masa lalu, saat ramai penyakit SARS, RSD dr Soebandi sudah memiliki ruang isolasi. ani