Ambisi Jadi Kota Wisata, Pemkot Mojokerto Bangun ‘Rest Area’

Walikota Mojokerto, Ita Puspitasari, sidak lokasi rest area di tepi by pass Gunung Gedangan

MOJOKERTO (global-news.co.id) – Berambisi jadi kota tujuan wisata, Pemkot Mojokerto membangun rest area di tepian ruas jalan by pass di Gunung Gedangan. Sarana untuk menunjang dan memercepat terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata ini nantinya akan menonjolkan produk – produk unggulan UKM dan UMKM setempat.
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan, dibangunnya sarana di lahan seluas 6.800 meter persegi ini diharapkan bisa membawa nilai positif bagi warga kota maupun luar Mojokerto.

Rest area yang kita bangun ini berkonsep terbuka. Untuk warga di luar Kota Mojokerto, rest area untuk istirahat melepaskan lelah sebentar setelah menempuh perjalanan jauh,” ujarnya Rabu (5/2/2020).

Rest area yang terletak dekat perlintasan kereta api, selain terdapat pusat jajanan serba ada (pujasera), mushala, tempat istirahat, kamar mandi, wc, juga memiliki lahan parkir yang luas sehingga bisa menampung banyak kendaraan baik bus dan mobil pribadi.

Pembangunan rest area ini dilakukan bertahap sejak 2019. Tahap pertama sudah berjalan dengan lancar. Mulai dari pembangunan fisik gedung, kios – kios, kamar mandi dan musala. Pembangun tahap kedua sekarang ini, menyentuh foodcourt.

Untuk pengelolaannya, lanjut Ning Ita –sapaan akrab Ika Puspitasari– akan diserahkan kepada Badan Usaha milik daerah (BUMD) Aneka Usaha yang saat ini masih proses pengaturan di dalam peraturan daerah (perda).

Sebelum BUMD AU ada, pengelolaannya ditangani oleh Disperindag. Begitu BUMD terbentuk, pengelolaannya secepatnya dialihkan dengan begitu bisa dilakukan secara profesional.

“Kalau sudah ditangani BUMD, kami akan tentukan targetnya agar sarana ini bisa memiliki nilai tambah untuk pendapatan asli daerah (PAD). BUMD AU itu tidak hanya mengelola rest area di Gunung Gedangan saja, namun juga menangani Pemandian Sekarsari, Kawasan Wisata Bahari Rejoto dan kepariwisataan lainnya yang ada di Kota Mojokerto,” terang walikota.

Karena untuk melengkapi dan menunjang sektor kepariwisataan di Kota Mojokerto, sarana ini diharapkan bisa selesai pada 2020 ini. Harapannya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar lokasi pada khususnya, dan UMKM Kota Mojokerto pada umumnya. “Rest area bisa sebagai ajang promosi bagi UMKM di Kota Mojokerto untuk menjual produk unggulan mereka ke pengguna jalan yang singgah,” katanya. bas