Wabup Raja’e : Agar Bisa Efektif BNK Harus Jadi BNNK

Suasana Rakor P4GN.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Badan Narkotika Pamekasan (BNK) Jumat (10/1/2020) mengelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Rakor digelar di Ruang Pertemuan Pemkab Pamekasan dipimpin Ketua BNK yang juga Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e.

Rakor ini dihadiri enam orang anggota komisi I DPRD Pamekasan dipimpin Wakil Ketua Komisi Hamdi Jibril, juga dihadiri Kepala Kantor Satpol PP Kusairi SE, Kasat Narkoba Polres Pamekasan dan petugas terkait dari Kodim 0826 Pamekasan serta organisasi anti narkoba yang ada di Pamekasan.

Raja’e mengatakan Rakor ini digelar berangkat dari keprihatinan akan peredaran narkoba di Pamekasan yang cenderung makin massif. Selain itu juga terkait kasus tertangkapnya seorang pemuda asal Pamekasan yang membawa narkoba sekitar 8 kilogaram lebih oleh BNN Propinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Kami merasa prihatin sekali atas kasus kasus itu. Kemudian BNK Pamekasan memandang perlu segera melakukan Rakor khusus yang membahas masalah peredaran narkoba di Pamekasan. Dan Alhamdulillah berhasil merumuskan sejumlah hal yang akan kita tindak lanjuti nanti,” kata Raja’e saat ditemui wartawan usai memimpin Rakor.

Selain itu, lanjut Raja’e, dalam Rakor itu juga dibicarakan berbagai kiat agar langkah mencegah peredaran narkoba makin efektif perlu upaya menguatkan lembaga yang menangani narkoba di Pamekasan. Hingga kini, kata dia, BNK Pamekasan sebatas pada pencegahan dan hanya melakukan sosialisasi, komunikasi, penyuluhan di beberapa lembaga pendidikan, pondok pesantren, perguruan tinggi, sekolah dan semacamnya.

“Nah dengan melihat posisi yang seperti ini, harapan kita bersama antara komisi I DPRD, BNK dan Pemkab Pamekasan, perlunya segera diupayakan menaikkan status BNK Kabupaten menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pamekasan. Tujuannya agar fungsi dan gerak langkahnya makin kuat,” jelasnya.

Antara BNK dengan BNNK, kata Raja’e, beda sekali kewenangannya. BNNK sudah terstruktur dari pusat sampai ke daerah, dan anggarannya juga jelas dari pusat ke daerah. Penguatan dan kewenangannnya juga berbeda dengan BNK. BNNK ini bisa melakukan pencegahan sekaligus bisa melakukan penindakan.

“Sehingga melihat kondisi ini kita merapat dan Alhamdulillah bersepakat kedepan perlu study tour atau audiensi ke BNNP agar segera menaikkan status BNK Pamekasan jadi BNNK. Harapan kita agar gerak langkah kelembagaan ini makin kuat menangani kasus Narkoba di Pamekasan,” terangnya.

Kasus tertangkapnya pemuda asal Pamekasan di Surabaya yang membawa 8 kilogram lebih narkoba menunjukkan bahwa Pamekasan harus waspada. Jika tidak maka dalam 5 tahun kedepan sudah makin berat lagi.

“Narkoba termasuk extraordinary crime, kejahatan luar biasa. Narkoba ini jadi pemicu munculnya kriminalitas lainnya,” pungkasnya.(mas)