Tebing di Desa Wonocolo Bojonegoro Longsor

Anggota BPBD Bojonegoro, pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat setempat melakukan assessment lokasi longsor.

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Hujan deras yang menguyur Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/1/2020) sore kemarin, menyebabkan sebuah tebing longsor, dan menimpa rumah milik Lasmi (65), warga di RT 01 RW 01 Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Beruntung saat kejadian tersebut, rumah dalam kondisi kosong.

Salah satu warga setempat, Budi mengatakan, longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, ketika hujan deras. “Tidak ada korban jiwa,” terang Budi saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (29/1/2020).

Budi berharap, pemerintah memperhatikan persoalan ini. Pasalnya, di daerahnya kerap terjadi tebing longsor. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kami juga berharap tidak ada longsor lagi, karena setiap hujan deras biasanya ada tebing yang longsor,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Eko Susanto mengatakan, longsoran terjadi sepanjang kurang lebih 20 meter, lebar 1 meter dengan ketinggian 3,5 meter. Longsor terjadi di bahu jalan sehingga mengakibatkan jalan hot mix yang menghubungkan antar kecamatan mengalami keretakan.

Selain itu, saluran penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) terputus. Sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Eko mengatakan, Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan merupakan salah satu daerah yang rawan bencana longsor. Pada 2017 lalu daerah sekitar pengeboran minyak tua yang dilakukan secara manual itu juga longsor. “Kecamatan Kedewan salah satu daerah rawan longsor, sehingga masih ada potensi longsor susulan dan mengakibatkan rumah di bawah tebing terdampak,” ujarnya, Rabu (29/1/2020).

Menurut Eko, tanah longsor tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Kedewan. Selain itu, kemiringan tebing yang curam dan memiliki jenis tanah batuan berpasir sehingga menjadi jenuh air. Kurangnya drainase sehingga bila turun hujan dengan intensitas deras air langsung masuk ke tanah dan menggerus lapisan tanah. Serta tanaman di sekitar tebing juga kurang.

“Menghimbau supaya masyarakat supaya tidak mendekati lokasi tersebut dikhawatirkan terjadi longsor susulan serta supaya berhati-hati bilamana melewati sekitaran lokasi tersebut,” imbuhnya.

Anggota BPBD bersama warga sekitar, serta pemerintah desa serta kecamatan melakukan kerja bakti untuk memperbaiki Pamsimas dan jalan dengan memberikan bambu serta mengganjal dengan batu-batuan.  bej, int