Razia Pelajar Bolos, Satpol PP Mojokerto Temukan Grup WhatsApp Berkonten Porno

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menggiring pelajar yang bolos di jam sekolah, Kamis (16/1/2020)

MOJOKERTO (global-news.co.id) –  Perilaku pelajar di Mojokerto memprihatinkan. Ada pelajar yang tergabung dalam sebuah WhatsApp dengan konten porno. Tak tanggung-tanggung, anggotanya merupakan pelajar dari berbagai sekolah.

Penemuan grup ini bermula dari penangkapan belasan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Mojokerto oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto yang melakukan razia di jam sekolah, Kamis (16/1/2020). Sebanyak 11 siswa dari dua sekolah yang berbeda diamankan saat nongkrong di sebuah warung kopi di wilayah Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sekitar pukul 08.33.

Para pelajar awalnya berusaha melarikan diri, namun gagal karena lokasi sudah dikepung petugas. Akhirnya mereka digiring ke mobil patroli untuk dibawa ke Mako Satpol PP Kota Mojokerto.

“Satu orang pelajar berhasil melarikan diri, namun untuk tas dan kendaraannya sudah kita amankan,” kata Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Sugiono, Kamis (16/1/2020).

Satu persatu, pelajar yang terjaring razia langsung digeledah dan didata oleh petugas. Saat pemeriksaan handphone, petugas menemukan berbagai foto dan video porno yang tersimpan.

“Ada video porno, kemudian foto-foto perempuan tak senonoh, bahkan ada grup WhatsApp yang berisi gambar-gambar serta video mesum. Semuanya sudah kita periksa satu persatu,” kata Sugiono.

Tak hanya itu, petugas dibuat kaget saat mendapati sebuah tisu magic serta rokok, berada di dalam tas salah satu pelajar yang berhasil kabur.

Sugiono dan petugas lalu akan memberikan tindakan tegas pada para siswa ini, berupa pembinaan. Langkah ini diambil guna, mencegah para siswa agar tak terjerumus dalam pergaulan bebas. Terlebih, indikasi tersebut kini sudah ditemukan.

Petugas akan memanggil pihak sekolah dan orangtua masing-masing siswa untuk diberikan pembinaan. Mereka juga akan kita minta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. “Sedangkan untuk grup WhatsApp porno itu akan kita dalami lagi,” katanya.

Salah seorang siswa berinisial IF (16) mengaku sudah menjadi anggota grup WhatsApp berisi konten porno itu sejak beberapa bulan terakhir. Namun, dia membantah jika grup WhatsApp tersebut untuk kegiatan porno.

“Itu cuma untuk janjian ngopi saja kok, di situ dari berbagai sekolah. Kadang memang ada yang share-share foto atau video (porno) tapi tidak sering. Di dalam grup semuanya anak laki-laki, tidak ada anak perempuannya,” kata siswa kelas XI ini.

Pasca kejadian ini, IF mengaku kapok dan malu. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Terlebih, orangtua dan guru sekolah para siswa yang bolos ini juga didatangkan petugas Satpol PP. bas, ine, ins