Pamekasan Siapkan Diri Menjadi Kabupaten Sehat

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pemkab Pamekasan, Kamis (16/1/2020), melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) penyusunan dokumen Program Kabupaten Sehat. Rakor digelar di Ruang Pertemuan Pemkab, dipimpin oleh Sekdakab Pamekasan Totok Hartono. Dihadiri oleh utusan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Dr Farid Anwar mengatakan program Kabupaten Sehat ini berdasarkan surat peraturan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan No. 34 Tahun 2005 yaitu tentang penyelenggaraan kabupaten/kota sehat seluruh Indonesia. Kabupaten sehat merupakan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang bersifat sinergis antar OPD.

“Awalnya program ini diuji coba di dua kota di Jatim dan Lombok, tepatnya di Kota Malang dan Kabupaten Lombok. Hasil uji coba program ini dianggap mampu meningkatkan tatanan yang layak, baik untuk masyarakat maupun lingkungan, maka program ini diberlakukan secara nasional karena punya dampak bagus dan diberlakukan mulai tahun 2008,” ungkap Farid.

Penghargaan yang akan diberikan pemerintah dalam program Kabupaten Sehat ini, kata Farid, banyak tingkatannya. Tingkatan pertama namanya Penghargaan Padapa. Yaitu penghargaan yang diberikan bagi daerah yang memenuhi dua tatanan dari sembilan tatanan ideal yang harus dipenuhi oleh kabupaten sehat.

“Tahun ini Pamekasan akan mengajukan ikut program penghargaan Padapa, dimana dalam penghargaan Padapa ini minimal ada dua tatanan yang harus di penuhi dari sembilan tatanan yang ada dalam progam kabupaten sehat ini. Semoga saja semuanya akan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Untuk pengajuan penghargaan Padapa ini, lanjut Faird, Tim Pemkab Pamekasan sudah mempersiapkan dua tatanan yang akan dilengkapinya yaitu tatanan saranan dan prasarana yang sehat, dan kedua adalah tatanan masyarakat sehat mandiri. Dan dua tatanan ini data dan dokumennya sudah terkumpul 100 %, tinggal penyusunannya saja.

Hasil Rakor kali ini, kata Farid, nanti akan dikirim ke Provinsi untuk diverifikasi oleh Tim Pembina Teknis Kabupaten Kota Sehat tingkat Provinsi. Apabila dokumen itu dianggap layak, maka akan dilakukan visitasi ke lapangan. Dan jika hasil visitasi dianggap layak memenuhi persyaratan maka pada tahun 2021 berhak diajukan verifikasi tingkat nasional.

OPD yang terlibat dalam program ini, lanjut Farid, diwadahi oleh Dinas Kesehatan bersama dengan Bappeda. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan adalah pembentukan Tim Pembina Teknis dan Forum Kabupaten Sehat. Beberapa kegiatan mulai sosialisasi dari tim teknis dan beberapa kali pertemuan tim teknis. Juga pertemuan intens anggota kabupaten sehat serta melakukan pembinaan ke kecamatan dan desa yang jadi lokasi program kabupaten sehat.

“Untuk tingkat kabupaten ada 4 kecamatan yang terpilih mewakili jadi titik pantau visitasi, yaitu kecamatan Galis, Kadur, Tlanakan dan kecamatan Pamekasan. Dari masing kecamatan ini dipilih 50 persen desa yang ada didalamnya, sehingga jumlah desa yang mengikuti program ini sebanyak 27 desa,” pungkasnya. (mas)