PKB Optimistis Suara di Sidoarjo Tetap Utuh Pasca Penangkapan Saiful Ilah

SURABAYA (global-news.co.id) –  Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, ternyata tidak serta merta berpengaruh pada Pilkada 2020 di Sidoarjo. Sebaliknya banyak organisasi kemasyarakatan seperti NU menyatakan akan tetap mendukung PKB.

Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslacha

Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslacha menegaskan jika pihaknya merasa optimistis suara PKB masih tetap utuh baik di Pilkada 2020 atau Pileg 2024. Indikasi ini dapat dilihat dari dukungan masyarakat hingga organisasi keagamaan dalam melakukan istiqhosah.

“Baru-baru ini sejumlah elemen masyarakat mengadakan doa bersama demi kemenangan PKB baik di Pilkada Sidoarjo 2020 hingga Pileg 2024,” tegas politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini, Senin (13/1/2020).

Bagaimana dengan pengganti Saiful Ilah baik sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo maupun Bupati, menurut Anik saat ini partai menunggu keputusan hukum yang mengikat atau inkrah.

Sementara untuk posisi bupati, masih menunggu keputusan Mendagri.  “Yang pasti partai masih menunggu keputusan hukum. Sedang masalah posisi bupati menunggu kebijakan Mendagri,” lanjutnya.

Untuk diketahui KPK menyita uang senilai total Rp 1.813.300.000 dalam rangkaian OTT yang menjerat Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Selasa (7/1/2020). “Dalam kegiatan tangkap tangan ini, total uang yang diamankan KPK adalah Rp 1.813.300.000. KPK akan mendalami lebih lanjut terkait dengan hubungan barang bukti uang dalam perkara ini,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (8/1/2020).

Alexander menuturkan, operasi tangkap tangan itu berawal dari adanya informasi akan adanya transaksi suap mengenai proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Setelah memastikan informasi itu, tim bergerak ke Pendopo Bupati Sidoarjo dan menangkap tiga orang pihak swasta bernama Ibnu Ghopur, Totok Sumedi, dan Iwan pada pukul 18.18. “KPK mengamankan IGR, TSM, dan IWN di parkiran Pendopo (rumah dinas bupati) Kabupaten Sidoarjo pada Selasa, 7 Januari 2020 pukul 18.18 WIB. Dari IGR, KPK mengamankan uang Rp 259.000.000,” kata Alex.

Enam menit kemudian, tim KPK mengamankan Saiful dan ajudannya yang bernama Budiman di Kantor Bupati Sidoarjo. Uang senilai Rp 350.000.000 diamankan dari tangan Budiman. Tim KPK lalu bergerak ke rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Sunarti Setyaningsih pada pukul 18.36 dan mengamankan uang Rp 225.000.000. Selanjutnya, KPK mengamankan Rp 229.300.000 di rumah Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas PU dan BMSDA Sidoarjo Judi Tetrahastoto pada pukul 19.18. “Setelah itu, KPK mengamankan dua staf IGR di kantornya, yakni SNF (Siti Nur Fandiyah) dan SUP (Suparni) pada pukul 19.40 dan 23.14. Dari tangan SUP, KPK mengamankan Rp 750 juta dalam ransel hitam. Terakhir, KPK mengamankan SSA (Kepala Bagian Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji) di rumah pribadinya pada 00.25,” kata Alex.

Orang-orang yang terjaring OTT tersebut kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK. Setelah gelar perkara, KPK mengungkap adanya dugaan kasus suap terkait proyek infrastruktur dan menetapkan enam orang tersangka yaitu Saiful, Sunarti, Judi, Sanadjihitu, Totok, dan Ibnu. Alex menyebut uang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan merupakan bagian dari suap yang diberikan Ibnu dan Totok setelah perusahaannya dimenangkan dalam tender proyek infrastruktur di Sidoarjo. “Setelah menerima termin pembayaran, IGR bersama TSM diduga memberikan sejumlah fee kepada beberapa pihak di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” kata Alex. ani