Pipa PDAM Bocor, Ribuan KK di Malang Krisis Air

Sejumlah warga di Perumahan BTU Kota Malang saat antre air bersih yang disalurkan melalui mobil tangki, Rabu (15/1/2020).

MALANG (global-news.co.id) – Pasokan air untuk pelanggan PDAM Kota Malang terganggu hampir satu pekan terakhir. Penyebabnya, ada kebocoran pada jaringan pipa penyuplai air. Kini ribuan pelanggan mengalami krisis air bersih.

Salah seorang warga Perum Bintang Terang Utama (BTU) di Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Avirista Midaada menyampaikan pasokan air mampet sejak lima hari lalu. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Avirista harus bergantung pada suplai air bersih yang dikirim melalui truk tangki. Jadwal kedatangannya tak bisa ditentukan. Belum lagi harus mengantre karena banyak warga yang mengalami nasib sama.

“Ini sudah hari kelima dan hampir seluruh warga yang tinggal di perumahan ini (BTU) kesulitan mendapatkan air. Karena suplai air PDAM mampet,” ujarnya, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, warga yang tinggal di blok lain atau yang wilayahnya lebih tinggi justru bernasib lebih parah. Selain pengiriman air belum pernah datang, suplai air di sana juga telah terhenti lebih dulu dibandingkan di wilayahnya.

“Di sini, ada banyak blok hunian warga. Mayoritas semua kesulitan air karena bergantung pada PDAM. Yang berada di wilayah atas justru tak pernah menerima pengiriman air sampai hari ini,” terang Avirista, yang tinggal di Blok UJ 19.

Ia menambahkan, gangguan suplai air ini sungguh disesalkan. Sebab, pada Januari 2020 telah terjadi penyesuaian tarif, sehingga berdampak pada besaran tagihan per bulannya. “Tetapi, dalam satu bulan ini saja, sudah mati tiga kali. Sebagai pelanggan, kami ingin mendapatkan layanan terbaik. Terlebih kita sudah memenuhi kewajiban untuk membayar tagihan tepat waktu,” tuturnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, bocornya pipa jaringan air itu merupakan persoalan teknis. Pihaknya meminta PDAM Kota Malang mengajukan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pengadaan pipa baru. “Sudah direkayasa berkali-kali, tapi belum dapat solusi. Kami sudah minta ke Perumda Tugu Tirta untuk mengajukan lagi ke Kementerian PU,” kata Sutiaji, Rabu (15/1/2020).

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan sudah berupaya maksimal untuk membenahi area yang bocor. Semalam, juga telah dipastikan bahwa  pembenahan pipa yang bocor juga telah dilakukan. “Saya sudah pastikan langsung untuk segera dilakukan perbaikan, namun bocor lagi. Semalam saya datang lagi. Sudah dibenahi. Tadi pagi, pukul 07.00 dipastikan selesai semua dan dilakukan pengerasan di titik bocornya,” jelasnya.

Bahkan,  pihak Kementerian PU juga bakal melakukan pengecekan secara langsung ke area lokasi kebocoran pipa. Tujuannya untuk memastikan kondisi kebocoran yang terus-menerus terjadi tersebut.

Pihak Pemkot Malang juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pengiriman bantuan tangki air. Saat ini setidaknya sudah ada 21 tangki air yang telah berjalan untuk menyuplai daerah terdampak. Yakni 10 mobil tangki air dari Perumda Tugu Tirta dan 11 mobil tangki air lainnya gabungan dari dari Asosiasi Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) se-Jatim.

Atas permasalahan ini, Pemkot Malang juga mengajukan penggantian pipa jaringan baru. Sedangkan untuk permasalahan saat ini, guna mempercepat proses normalisasi air ke pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang terdampak, maka diberlakukan sistem pengurangan laju debit air ke warga yang tidak terdampak.

“Iya, ganti total. Nanti akan dibicarakan untuk realisasinya. Sementara ini yang dikeluarkan air itu diambilkan dari debit-debut lain yang tidak terdampak. Tentu saya memohon maaf kepada masyarakat ketika nanti aliran airnya agak sedikit kecil karena kami bagi kepada yang terdampak dulu,” ungkap Sutiaji. dtc, mlv