Pemicu Banjir di Surabaya, Pemkot Sebut Ada Pekerjaan Saluran Air yang Belum Tuntas

dok
Puluhan motor yang diparkir di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya terendam banjir akibat hujan deras, Rabu (15/1/2020) sore.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemkot Surabaya buka suara terkait banjir yang melanda Surabaya Rabu lalu. Versi Pemkot Surabaya banjir yang terjadi di beberapa titik wilayah kota diakibatkan beberapa proyek saluran air yang belum tuntas pengerjaannya di awal  2020. Hal tersebut membuat saluran tidak bisa mengalirkan air hujan dengan intensitas tinggi.

“Banjir yang terjadi di wilayah Surabaya Barat akibat hujan deras dengan intensitas tinggi Rabu (15/1/2020) memang sudah kami prediksi, hal ini disebabkan pekerjaan saluran air yang belum tuntas di kawasan itu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati, Jumat (17/1/2020).

Pemkot Surabaya telah mengantisipasinya yaitu dengan mengoperasikan dua unit dari total enam pompa air yang tersedia di Rumah Pompa Gunungsari II Surabaya. Pompa itu, mampu menyedot genangan air hujan di Jalan Mayjend Sungkono Surabaya yang sempat mencapai ketinggian 50 sentimeter dalam waktu sekitar satu jam setelah hujan reda, sehingga banjir tidak terlalu lama menggenang.

Erna mengakui, sejumlah kawasan memang masih ada yang melakukan pekerjaan saluran air, dan rentan terjadi banjir. Salah satunya di kawasan Sememi Surabaya, yang pembangunannya masih kurang sepanjang 2,5 kilometer.

“Di Sememi itu kan saluran irigasi yang kemudian dikonversi menjadi drainase dan pekerjaannya memang belum selesai, masih kurang sepanjang 2,5 kilometer lagi. Sehingga di ujungnya yang sudah dikerjakan itu kalau turun hujan, airnya selalu keluar. Jadi mohon maaf kepada warga sekitar,” katanya.

Sedangkan di wilayah Jalan Mayjend Sungkono Surabaya, yang sempat viral di media sosial karena banjirnya terlihat menenggelamkan banyak sepeda motor di sebuah tempat parkir, diakibatkan pembangunan pedestrian di depan swalayan kawasan itu.

“Sejak tahun 2017 dibangun pedestrian di depan swalayan itu dan sampai sekarang kami kesulitan memasukkan box yang berukuran besar. Sebetulnya kesulitan memasukkan box yang berukuran besar itu sudah kami komunikasi dengan pihak swalayan. Kami usahakan tahun ini harus selesai dengan meminta bantuan dari Dinas Cipta Karya,” ucapnya.

Sementara saluran air di wilayah lainnya, terpantau telah selesai dibenahi, ditambah adanya rumah pompa di berbagai tempat sebagai langkah antisipasi untuk menyedot banjir di setiap musim hujan.

Ia berharap, dengan selesainya beberapa proyek secara bertahap, sejumlah titik wilayah Surabaya akan mampu mengurai derasnya air hujan. “Kami prediksi puncak musim hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2020 akan bisa diminimalisir khususnya genangan banjir, hal ini asalkan segenap warga turut menjaga dan merawat berbagai saluran air yang telah selesai dibenahi,” katanya.

Untuk diketahui hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya, Rabu (15/1/2020) sore membuat sejumlah titik terendam banjir. Namun banjir paling parah terjadi di Jalan Mayjend Sungkono tepatnya di Darmo Park 2.

Di mana ketinggian air mencapai hampir 1 meter. Akibatnya, banyak motor dan mobil yang terendam banjir. Sejumlah motor yang terendam banjir juga mengalami mogok karena mesin dimasuki air.

Banjir sendiri terjadi lantaran saluran air yang ada di sana tertutup sampah. Di samping itu, juga diduga terlambat saat membuka pintu air di sana. Tapi setelah sampah dibersihkan dan pintu air dibuka, banjir mulai surut.

Sedangkan titik lain yang mengalami banjir ketinggiannya antara 30-60 cm seperti terjadi di Jalan Musi, Ciliwung, Adityawarman dan Hayam Wuruk. pur