Mau Hadiri Pertemuan DK PBB, AS Tolak Berikan Visa ke Menlu Iran

WASHINGTON (global-news.co.id) – Amerika Serikat (AS) dilaporkan menolak pemberian visa bagi Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif yang akan menghadiri pertemuan PBB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif

Zarif sedianya akan menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB (DK) di Markas Besar PBB New York, Kamis (9/1/2020). Keputusan ini diambil setelah AS membunuh komandan pasukan elite Quds, Garda Reovulsi Iran, Qasem Soleimani di Irak. Sejak itu ketegangan kedua negara meningkat.

Berdasarkan Perjanjian Markas Besar pada 1947, AS seharusnya memberikan akses kepada diplomat asing untuk datang ke PBB. Namun AS berdalih dapat menolak pengajuan visa karena alasan keamanan, terorisme, dan kebijakan luar negeri.

Sementara itu Departemen Luar Negeri (Deplu) AS tak segera memberikan komentar. Perwakilan Iran untuk PBB mengatakan, mereka sudah mengetahui informasi ini dari media, namun belum mendapat pemberitahuan resmi dari otoritas AS.

“Kami sudah melihat laporan media, tapi belum menerima komunikasi resmi dari AS atau PBB tentang visa Menlu Zarif,” bunyi pernyataan dikutip dari Reuters, Selasa (7/1/2020).

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric juga menolak mengomentari penolakan visa bagi Zarif. Zarif seharusnya menghadiri pertemuan DK pada Kamis dengan topik menegakkan Piagam PBB. Kunjungan Zarif ke forum itu sudah direncanakan sejak sebelum pembunuhan Soleimani.

Namun pertemuan DK PBB itu diyakini akan dijadikan panggung oleh Zarif untuk mendapatkan sorotan global dan mengkritik AS terkait pembunuhan Soleimani.

Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi menggambarkan pembunuhan Soleimani sebagai contoh nyata dari bentuk terorisme dan tindakan kriminal sebuah negara serta pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Zarif terakhir melakukan perjalanan ke New York pada September untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. zis, reu, bbc