Korban Jiwa Laka Lantas di Bojonegoro Tinggi

Jumlah kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polres Bojonegoro sepanjang tahun 2019 menurun jika dibanding 2018. Namun jumlah korban jiwa justru bertambah.

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Jumlah kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polres Bojonegoro sepanjang tahun 2019 menurun jika dibanding 2018. Namun jumlah korban jiwa justru bertambah.

Terbaru seorang pengendara motor mengalami laka lantas dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), di jalan raya jurusan Bojonegoro – Cepu, turut wilayah Desa Sumegko Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, sekitar pukul 04.20 WIB, Rabu (1/1/2020).

Diduga, pengendara sepeda motor tersebut mengambil haluaan terlalu ke kanan, sehingga menabrak kendaraan roda empat yang berjalan dari arah berlawanan. Akibatnya pengendara sepeda motor tersebut mengalami luka-luka dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Identitas kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu-lintas tersebut yaitu sepeda motor Honda Supra X nomor polisi H 6285 NA, yang dikendarai Rukun Widodo (27), warga Dusun Bedahan Desa Sudu RT 002 RW 006 Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, kontra kendaraan mobil Honda Civic, nomor polisi B 1157 TAG, yang dikemudikan Drs Soejito (68) Warga Pondok Bambu Asri Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur.

Menurut keterangan Kapolsek Kalitidu, AKP Wiwin Rusli SH, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dari hasil olah TKP, kronologi kejadian laka-lantas tersebut bermula, pada awalnya sepeda motor Honda Supra X nomor polisi H 6285 NA, melaju dari barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian, pada saat yang bersamaan berjalan kendaraan mobil Honda Civic nomor polisi B 1157 TAG, dari arah yang berlawanan atau dari timur ke barat.

“Diduga pengendara sepeda motor Honda Supra X terlalu ke kanan akhirnya menabrak mobil bagian kanan depan Mobil Honda Civic,” kata Kapolsek.

Akibat dari kejadian tersebut, pengendara sepeda motor Honda Supra X, mengalami luka-luka dan meninggal dunia di loksi kejadian. Kedua kendaraann yang terlibat kecelakaan tersebut juga mengalami kerusakan material yang cukup parah. “Selanjutnya jenazah pengendara sepeda motor tersebut oleh petugas dibawa ke RSI Muhammadiyah Kalitidu untuk dilakukan visum,” kata Kapolsek.

Kejadian tersebut tampaknya bakal menjadi deretan panjang dalam Laka Lantas di Bojonegoro. Untuk mencegah tingginya laka lantas, Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan, akan mendorong pembuatan inovasi bersama satlantas berupa pelatihan. Ini bertujuan agar masyarakat di lokasi black spot bisa mengetahui siapa yang dihubungi jika ada kecelakaan.

“Ke depan kita akan berupaya menurunkan angka fatalitas korban kecelakaan lalu-lintas. Ini yang terpenting,” kata Kapolres AKBP M. Budi Hendrawan kepada wartawan di Mapolres Bojonegoro, Rabu (1/1/2020).

Pihaknya juga akan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub), rumah sakit, dinas kesehatan, terkait masalah penanganan awal pasca kecelakaan. Karena penanganan awal ini yang biasanya menentukan fatalitas korban kecelakaan. “Nanti di titik-titik blckspot kita akan beri pelatihan agar masyarakat di sekitar lokasi tersebut bisa tahu, siapa yang dihubungi kalau ada kecelakaan dan apa yang harus dilakukan. dalam rangka menekan fatalitas kecelakaan,” tambahnya.

Dirinya juga berharap angka kecelakaan bisa menurun. Namun yang lebih penting lagi angka fatalitas korban kecelakaan dapat diminimalisir. “Tidak mungkin tidak ada kecelakaan, karena jumlah kendaraan terus bertambah. Sementara jalan bertambah kecil, tapi dengan upaya yang kita lakukan paling tidak dapat menekan fatalitas korban kecelakaan,” ucap kapolres asal Bojonegoro.

Sementara data kecelakaan lalu-lintas di Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2019 antara lain, jumlah laka lantas sebanyak 866 kejadian turun sebesar 3,67 persen, jika dibanding tahun 2018, sebanyak 899 kejadian.

Sedangkan jumlah korban jiwa atau meninggal dunia sebanyak 120 orang atau naik sebesar 10,09 persen, jika dibanding tahun 2018 sebanyak 109 korban meninggal.

Jumlah korban luka berat sebanyak 23 orang, atau turun sebesar 23,33 persen, jika dibanding tahun 2018, sebanyak 30 korban luka berat. Untuk korban luka ringan sebanyak 1.390 orang atau turun sebesar 11,07 persen, jika dibandingkan tahun 2018 sebanyak 1.563 korban luka ringan.

Untuk jumlah kerugian material, sebesar Rp 935 juta atau naik sedikit yakni sebesar 1,85 persen, jika dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 918 juta.  det, imm