Kali Lamong Meluap, Tiga Desa Terendam Banjir

Luapan Kali Lamong di awal tahun 2020 menghantui masyarakat Gresik Selatan, Rabu (1/1/2020).

GRESIK (global-news.co.id) – Luapan Kali Lamong di awal tahun 2020 mulai menghantui masyarakat Gresik Selatan. Rabu (1/1/2020) dini hari, terpantau tiga desa di wilayah Gresik terendam banjir. Bahkan, luapan Kali Lamong ini membuat akses jalan dari Gresik menuju Lamongan, begitupun sebaliknya tertutup genangan air.

Tiga desa yang terendam banjir adalah, Desa Banjaragung, Wotansari, dan Pucung yang masuk wilayah Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Banjir kali ini akibat meluapnya Kali Lamong yang melintasi Kecamatan Balongpanggang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.  Banjir yang menggenangi Desa Banjaragung berada di jalan lingkungan RT 01 & RT 02 setinggi 20 – 120 cm dan menggenangi jalan sepanjang 400 meter. Selain itu, 5 rumah warga dan sawah 30 hektare tergenang air.

Hal yang sama terjadi di Desa Wotansari. Dimana, banjir juga menggenangi jalan Lingkungan di RT 03 setinggi 5 – 20 cm, dan jalan tersebut tergenang air sepanjang 100 meter.

Genangan banjir juga melanda Desa Pucung. Jalan lingkungan di desa tersebut tergenang 15 – 20 cm sepanjang 1.000 meter. Tidak hanya itu, jalan poros desa juga tergenang 20 – 50 cm sepanjang 300 meter. Bahkan,  rumah warga tergenang ada 20 rumah. Termasuk diantaranya sawah 29 hektare tergenang banjir.

Terkait dengan kejadian ini, Kepala BPBD Tarso Soegito menuturkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan banjir yang melanda tiga desa akibat meluapnya Kali Lamong. “Laporan dari lapangan yang baru masuk genangan air mulai ada penurunan,” katanya, Rabu (1/1/2020).

Lebih lanjut Tarso mengatakan, saat ini tim BPBD Gresik sudah meluncur ke lokasi dengan membawa peralatan termasuk perahu karet buat mengevakuasi warga. “Tim sudah meluncur ke lapangan sambil memantau perkembangan di lokasi,” tandasnya.

Sementara pantauan di lapangan, genangan air banjir masuk ke pemukiman warga wilayah Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng. Beberapa akses jalan poros desa juga mulai tertutup air.

Di antaranya di Desa Kedungrukem dan Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng. Air sudah mulai masuk di pemukiman warga. Di jalan desa air sudah mencapai lutut orang dewasa. “Baru saja airnya masuk, belum ada setengah jam,” kata Hariono, warga Desa Munggugianti, Rabu (1/1/2020).

Di Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng lebih parah lagi. Warga pun mulai mengamankan barang berharganya seperti mobil dan motor. Tampak sejumlah warga mulai mengamankan barang di dalan rumah. Warga lainnya ada yang menuntun motornya di tengah banjir. “Kalau di sini (Dusun Ngablak) sudah langganan setiap tahun,” kata Mahmudi, warga setempat.

Luapan Kali Lamong juga meluber hingga melewati jalan utama yang menghubungan Kecamatan Benjeng hingga Kecamatan Balongpanggang. Air juga telah melewati jalan poros kecamatan, dan akses jalan yang bisa digunakan masyarakat menuju daerah Lamongan dan Mojokerto.

Tepatnya di Jalan Raya Kedungrukem, tepat di pertigaan Dusun Ngablak. Air mengalir deras ke arah utara melewati jalan poros kecamatan. Akibatnya, arus lali lintas tersendat. Warga yang melintas pun harus hati-hati agar tidak terseret derasnya alirnya air.

“Airnya cepat mas datangnya. Baru satu jam ini sudah meluber ke jalan,” kata Zainal, warga setempat yang mengatur lalu lintas, Rabu (1/1/2020).

Camat Benjeng Suryo Wibowo mengatakan, saat ini di Kecamatan Benjeng ada empat desa yang terdampak banjir. Yakni Desa Kedungrukem, Munggugianti, Delik Sumber dan Sedapur Klagen. “Ini masih kami pantau terus. Mudah-mudahan air kirimannya tidak bertambah,” katanya.

Banjir yang terjadi hampir setiap tahun di musim hujan ini akibat Sungai Kali Lamong tidak mampu menampung air kiriman dari Mojokerto dan sekitarnya. Sehingga air meluber ke pemukiman warga, lahan pertanian dan jalan.

Dari genangan banjir di jalan Raya Benjeng ini, para pemuda desa membantu pengguna jalan untuk melintas. Warga juga memasang rambu-rambu dari kayu yang dipasang di tengah jalan agar pengendara kendaraan tidak saling serobot dan melaju dengan cepat.

“Ini kita inisiatif untuk mengatur lalu lintas secara bergantian kendaraan yang melintas agar tidak terjadi korban kecelakaan,” kata Muhammad Ilyas, pemuda Desa Kedungrukem Kecamatan Benjeng.

Menurut Ilyas, banjir luapan Kali Lamong ini hampir terjadi setiap tahun di musim hujan. Sebab, Kali Lamong tidak ada tanggulnya. Seharusnya pemerintah Kabupaten Gresik segera membangun tanggul.

“Seharusnya pemerintah langsung membangun tanggul sepanjang bantaran Kali Lamong, sehingga warga tidak jadi korban langganan banjir setiap musim hujan,” katanya. bej, trb, kli