Jelang Hari Terakhir, 6 Doktor dan 4 Profesor Daftar Menjadi Rektor Unair

Masa pendaftaran calon Rektor Unair digelar selama 10 hari. Yakni, dibuka mulai Senin (20/1/2020) hingga ditutup pada Kamis (30/2/2020).

SURABAYA (global-news.co.id)  – Agenda Pemilihan Calon Rektor 2020 Universitas Airlangga (Unair) memasuki tahap hari terakhir pendaftaran. Tepatnya bakal ditutup pada Kamis (30/1/2020). Ketua Panitia Seleksi Calon Rekor (PSCR) 2020 Unair Prof Dr Suryanto MSi, Psikolog, menyebut masa pendaftaran calon rektor Unair digelar selama 10 Hari. Yakni, dibuka mulai Senin (20/1/2020) hingga ditutup pada Kamis (30/2/2020).

Sampai dengan pukul 15.45, panitia mencatat jumlah bakal calon Rektor Unair yang mendaftar mencapai 10 orang. Rinciannya, terdapat enam pendaftar yang bergelar doktor dan ada empat pendaftar lainnya yang bergelar professor (lihat tabel).

Panitia mencatat, gelombang pendaftaran bakal calon Rektor Unair terjadi selama empat hari. Yakni, pada Kamis (23/1/2020) terdapat satu pendaftar,  Jumat (24/1/2020) tiga pendaftar,  Selasa (28/1/2020) satu pendaftar dan Rabu (29/1/2020) sampai pukul 15.45 lima pendaftar.
“Hingga Rabu pukul  15.45 jumlah pendaftar yang masuk adalah sepuluh orang. Jumlah itu sesuai dengan prediksi panitia. Sampai saat ini (15.45, Red) pendaftarnya ada sepuluh orang. Dan, dari sepuluh orang itu sudah lumayan menyebar dari beberapa fakultas. Para peserta itu, semuanya diharapkan bisa memberikan pemikiran dan kontribusi ketika dia mencalonkan diri sebagai calon rektor,” imbuhnya, Rabu (29/1/2020).

Usai pendaftaran, sebut Prof Suryanto, para calon bakal mengikuti serangkaian tes kesehatan pada Kamis (30/1/2020) pukul 07.00 di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Diharuskan para pendaftar melakukan puasa selama sepuluh jam sebelum mengikuti tes kesehatan.  Tahap berikutnya adalah setelah ini selesai akan dilakukan verifikasi, usai tes kesehatan.

Prof Suryanto menyatakan bahwa verifikasi itu akan dilakukan oleh tim sendiri. Orang-orang dalam tim itu ditetapkan oleh PSCR. Hasil verifikasi tim akan diserahkan kepada ketua PSCR. Selanjutnya hasil tes verifikasi diberikan kepada Senat Akademik Unair. ”Di dalam tes verifikasi ini, masing-masing calon akan mengikuti wawancara tatap muka selama sepuluh menit dengan tim verifikas. Dan, ketika wawancara tatap muka itu pertanyaanya ada beberapa hal. Misalnya motivasi juga hal-hal yang lain yang perlu diketahui oleh tim verifikasi,” ungkapnya.

Mengenai poin utama dalam administrasi, Prof Suryanto menyebut kesesuaian berkas menjadi hal yang penting. Pengguguran peserta bakal calon rektor sangat dipengaruhi pula pada kelengkapan berkas sesuai dengan borang.  ”Untuk administrasi saya kira borang-borang semua sudah ada. Yang membuat pengguguran calon pada tahap administrasi adalah tidak terpenuhinya kelengkapan sesuai borang,” tuturnya.  tri

Sepuluh pendaftar calon Rektor Unair

  1. Dr Muhamad Nafik HR, SE, MSi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  2. Dr Imam Susilo dr, SpPA(K), FISCM dari Fakultas Kedokteran
  3. Prof Dr Rahmi Jened SH, MH dari Fakultas Hukum
  4. Dr Eridani Drs, MSi dari Fakultas Sains dan Teknologi
  5. Rumayya SE, MReg.Dev, PhD dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  6. Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto Drh, DEA dari Fakultas Kedokteran Hewan
  7. Prof Dr Dwi Setyawan SSi, MSi, Apt dari Fakultas Farmasi
  8. Dr Agung Sosiawan drg, MKes dari Fakultas Kedokteran Gigi
  9. Dr Kusnanto SKp, MKes dari Fakultas Keperawatan
  10. Prof Dr Widi Hidayat SE, MSi, Ak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis