Iran Sebut Rumor Rudalnya Sebabkan Pesawat Ukraina Jatuh Tak Masuk Akal

Pesawat Ukraina jatuh tak lama setelah lepas landas, Rabu (8/1/2020) dan menewaskan total 176 orang di dalamnya.

TEHERAN (global-news.co.id)  – Iran menepis kabar yang menyebut serangan rudalnya menjadi penyebab kecelakaan pesawat Ukraina di dekat Teheran. Iran menyebut skenario itu tidak masuk akal.

Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas pada Rabu (8/1/2020) dan menewaskan total 176 orang di dalamnya. Pesawat jatuh tak lama setelah Iran melepaskan tembakan rudal ke pangkalan militer di Irak yang menampung personel AS.

“Beberapa penerbangan domestik dan internasional terbang pada saat yang sama di wilayah udara Iran pada ketinggian yang sama 8.000 kaki (2.440 meter),” demikian pernyataan Menteri Transportasi Iran seperti dilaporkan AFP, Jumat (10/1/2020).

“Kisah tentang rudal yang menabrak sebuah pesawat sama sekali tidak benar,” lanjut pernyataan itu. “Rumor seperti itu tidak masuk akal,” kata Ali Abedzadeh, kepala organisasi penerbangan sipil Iran dan wakil menteri transportasi.

Abedzadeh merespons desas-desus di jejaring sosial bahwa Boeing 737 terkena rudal yang ditembakkan oleh Garda Revolusi Iran. Dia mengatakan, Iran dan Ukraina sedang dalam proses ‘mengunduh informasi’ dari kotak hitam yang diambil dari lokasi kecelakaan. “Tetapi jika pekerjaan yang lebih khusus diperlukan untuk mengekstraksi dan menganalisis data, kita dapat melakukannya di Prancis atau negara lain,” kata dia.

Pada Rabu (8/1/2020), kantor berita Iran Mehr mengutip Abedzadeh yang mengatakan Iran tidak akan memberikan kotak hitam kepada Amerika Serikat (AS). Namun pernyataan menteri pada Kamis itu membantah kabar Iran menolak mengirimkan kotak hitam ke AS. Iran tidak berkewajiban menganalisis kotak hitam di AS, tetapi Amerika menjadi satu dari sedikit negara -termasuk Prancis dan Jerman- yang mampu melakukan pekerjaan seperti itu.

Pihak berwenang Iran menyebut indikasi awal menunjukkan pesawat itu baru di-servis. Sebuah tim ahli Ukraina terbang dan bergabung dengan investigasi di lapangan pada Kamis kemarin.

Ukraina menyatakan sedang mempelajari beberapa skenario, termasuk tabrakan dalam pesawat, serangan roket, ledakan mesin yang disebabkan oleh masalah teknis, dan ledakan di dalam pesawat. ins, afp, ine