Hujan 40 Menit, Kota Malang Banjir

Banjir dimana-mana pasca hujan deras di Kota Malang, Rabu (15/1/2020) sore.

MALANG (global-news.co.id) – Hujan deras melanda Kota Malang, Rabu (15/1/2020) sore, menyebabkan banjir di mana-mana. Padahal hujan hanya berlangsung 40 menit.

Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu titik banjir yang cukup parah adalah di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan RS Universitas Brawijaya. Ketika melintas, banyak sepeda motor yang mogok akibat genangan air yang cukup tinggi. Banjir setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 50 cm itu juga menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.

Masyarakat yang melintas dari arah Betek menuju Soekarno-Hatta, membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sepeda motor. “Sore tadi, waktu hujan, saya mau pulang ke rumah setelah jemput anak-anak. Kena macet cukup lama, sekitar dua jam,” terang Nanda Saralita, warga Tunjung Sekar Malang ini.

Ia menyebut, kemacetan tersebut terjadi lantaran banjir yang terjadi di kawasan RS UB. “Banjirnya cukup tinggi. Sampai taman yang ada di tengah-tengah itu tertutup air. Jadi, jalannya harus pelan-pelan,” kata dia.

Bahkan tak jarang, beberapa pengendara motor yang nekat melintas di jalur tersebut mengalami mogok. Hal ini dialami Imanuddin yang tak menyangka genangan air tersebut membuat sepeda motornya mogok. “Biasanya tidak segini dan genangan airnya lumayan tinggi. Motor saya sampai mogok dan terpaksa nuntun,” keluh Imanuddin, Rabu (15/1/2020).

Sementara itu, seorang warga sekitar yang sering berjualan di dekat wilayah genangan air, Sutanto menjelaskan, bahwa genangan air yang terjadi saat ini cukup parah. “Memang kalau hujan deras pasti ada genangan air tersebut. Tapi setahu saya ini yang paling parah karena genangan nya selutut orang dewasa,” ungkapnya.

Ia pun juga mengaku bahwa genangan air itu terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur Kota Malang mulai pukul 16.00. Ia pun memperkirakan surutnya genangan air itu akan lama. “Kalau surutnya kelihatannya lama, mungkin bisa sampai 2,5 jam. Mending kalau mau lewat situ (Jl. Soekarno-Hatta) hati-hati saja jangan mengebut,” tandasnya.

Selain di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, beberapa kawasan lain juga sempat terjadi banjir. Seperti di Jalan Kedawung hingga Jalan Bondowoso. Di samping itu, genangan air juga terlihat di Jalan Bungur, Kalpataru dan Jalan Bogor.

Kepala BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto mengungkapkan, curah hujan di Kota Malang pada sore hari memang cenderung lebat. “Hujannya memang sebentar, sekitar 40 menit. Tapi, cukup lebat. Sehingga, terjadi banjir dimana-mana,” kata dia.

Meski demikian, ia sudah menerjunkan sekitar 15 personel untuk berjaga. “Perlahan-lahan, air sudah mulai surut,” lanjut dia.

Ali menyebut, penyebab banjir cukup beragam. Mulai dari tumpukan sampah hingga posisi bangunan yang tidak semestinya. “Penyebab banjir rata-rata karena penggunaan lahan yang seharusnya jadi resapan air, justru jadi bangunan,” kata dia.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk membuat sumur resapan, untuk meresap air ketika hujan tiba. “Kami meminta masyarakat untuk membuat biopori sendiri,” papar dia.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. “Kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah di sungai juga harus diubah,” tandasnya.

Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Fuad Rahman mengaku mendapat laporan warga tentang banjir. Untuk itu, ia langsung berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. “Dinas terkait akan melakukan pembersihan sudetan yang ke arah jembatan Soekarno-Hatta melalui kampus Polinema,” kata dia.

Ia juga meminta Dinas terkait memantau dan menelusuri sumbatan pada saluran air yang ada, termasuk sudetan ke Sungai Brantas. “Pihak dinas juga akan menyebar staf untuk berkeliling. Termasuk, cek pelanggaran bangunan di atas saluran yang mempersempit aliran air,” pungkas Fuad. mlp, trb