Hafal Juz Amma, Bisa Daftar PPDB Jalur Prestasi di Kab Mojokerto

GN/Ist
Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyerahkan bantuan motor operasional pada pengurus SMPN 1 Mojosari.

MOJOKERTO (global-news.co.id) – Pemkab Mojokerto membolehkan pelajar penghafal Al Qur’an atau penghafal Juz Amma yang mendapatkan sertifikat dari Dinas Pendidikan ikut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 melalui jalur prestasi.

Karena, dengan menunjukkan sertifikat juz amma dan lulus seleksi membaca Juz Amma, panitia seleksi dari PPDB tidak akan menolak pelajar yang memiliki sertifikat itu. Karena, itu juga sebuah prestasi yang harus dihargai.

Hal itu dikatakan Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, ketika membuka program Empati Anak Sebaya (Emas) dan Gerakan Menghafal Juz Amma (Gemmajuza) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto di Pendapa Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, Rabu (1/1/2019).

Karena untuk mendapatkan sertifikat itu, lanjut Pungkasiadi, mereka juga harus berjuang sekuat tenaga untuk menyisihkan puluhan rivalnya. Atau mereka harus bekerja keras menghafal Juz Amma. Kemampuan pemilik sertifikat Juz Amma tidak perlu diragukan lagi. Dan itu sebuah prestasi. Sehingga, pemilik sertifikat itu bisa melanjutkan jenjang sekolah lebih tinggi melalui jalur prestasi.

Pasalnya menjadi pennghafal Juz Amma juga sebagai bentuk prestasi yang layak dihargai. “Silahkan anak-anak bersertifikat ini jika ingin sekolah ke jenjang lebih tinggi melalui PPDB bisa mendaftar dari jalur prestasi,” katanya.

Selama ini, peserta PPDB yang mendaftar dari jalur prestasi karena mereka memiliki kemampuan dan keahlian dibidang olahraga, mapel, seni dan kini ditambah agama.

Ini belum pernah dilakukan di PPDB sebelumnya. “Ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Mojokerto kepada para penghafal Juz Amma yang ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi melalui jalur prestasi,”tandasnya.

Sebagai buktinya, para penghafal juz amma yang berhasil  lolos seleksi di kegiatan ini akan diberi sertifikat oleh panitia. Dan sertifikat itu bisa dipakai mendaftar PPDB melalui jalur prestasi,” katanya.

Di Kabupaten Mojokerto saat ini, tambah Pungkasiadi sedikitnya ada 74 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 310 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang hafal Juz Amma yang tercatat sebagai hafidz atau penghafal Al Quran khususnya Juz ke-30. Program Gemajuzza yang dilaunching merupakan salah satu alternatif melaksanakan pendidikan karakter di sekolah.

Melalui pembelajaran materi Pendidikan Agama Islam (PAI). Progam Emas dibentuk dengan tujuan meningkatkan peran serta masyarakat untuk membantu biaya pendidikan peserta didik kurang mampu. Menumbuhkan rasa empati, solidaritas, juga melatih sedekah antar peseta didik pada jenjang pendidikan SD dan SMP.

“Saya mengapresiasi dua program baik ini sebagai bagian dari program gerakan revolusi mental. Tepatnya Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Ini adalah modal membangun pemerintahan yang maju,” katanya.

Program Emas secara khusus akan mendapat support langsung Bank Jatim untuk teknis pelaksanaannya. Hal ini disampaikan Kepala Bank Jatim Cabang Mojokerto Subeki, pada acara launching program tersebut.

“Program Emas ini ditujukan untuk memberikan kemudahan sekolah, instansi, atau wali murid yang ingin bersedekah. Para donatur ini tidak perlu susah-susah untuk datang ke tempat, melainkan cukup menscan program Emas yang akan difasilitasi teknisnya oleh Bank Jatim,” jelasnya.

Sehingga dana yang terkumpul, lanjut Subeki, dapat disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan. Selain sertifikat, para peserta didik yang sudah hafal Juzz 30, juga mendapat beberapa hadiah tambahan berupa kitab suci Al Quran dan 2 sepeda motor operasional untuk SMPN 1 Sooko, dan SMPN 1 Mojosari.

Launching Emas dan Gemmajuzza turut disaksikan Sekdakab Herry Suwito, Staff Ahli Bupati, Assiten, Kepala OPD, Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri/Swasta Kabupaten Mojokerto serta para siswa dan siswi hafidz SD-SMP Kabupaten Mojokerto. bas