Hadapi Bencana, 15 Kab/Kota di Jatim Terbitkan SK Kesiapsiagaan

Wagub Emil Dardak saat meninjau Posko Siaga Darurat Penganggulangan Bencana Hidrometeorologi di Kantor BPBD Jatim, Jumat (3/1/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) – Musim hujan membuat Pemprov Jatim siaga. Agar siap menghadapi bencana, sebanyak 15 kabupaten/kota di Jawa Timur menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kesiapsiagaan Bencana. SK tersebut merupakan tindak lanjut dari Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur.

Siaga Darurat Bencana ini telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan SK Nomor 188/650/KPTS/013/2019 akhir Desember 2019 lalu. Ke- 15 daerah tersebut antara lain Kota Batu, Pacitan, Kabupaten Probolinggo, Jember, Nganjuk, Lumajang, Kabupaten Mojokerto, Bangkalan, Bojonegoro, Ngawi, Sidoarjo, Tuban, Kabupaten Pasuruan, Bondowoso, dan Pamekasan.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi langkah cepat 15 daerah tersebut. Emil berharap, ke-15 daerah itu juga merancang langkah-langkah yang efektif untuk mengantisipasi datangnya bencana alam.

“Tugas kita tidak hanya mengimbau agar surat itu ditandatangan, tapi apakah dengan SK itu mereka sudah bisa memaksimalkan langkah-langkah mana yang bisa diambil saat bencana datang?” kata Emil saat meninjau Posko Siaga Darurat Penganggulangan Bencana Hidrometeorologi di Kantor BPBD Jatim, Jumat (3/1/2020).

Hal ini dikatakan Emil karena beberapa daerah yang sudah menerbitkan SK namun langkah-langkah dalam mengantisipasi bencana alam terutama banjir belum efektif. “Dengan adanya SK ini maka harus dipastikan pada 15 daerah yang sudah menerbitkan SK, apa sih langkah efektif yang sudah diambil untuk menyiapkan diri,” katanya.

Pemprov Jatim sendiri, kata Emil, akan fokus untuk membedah satu persatu instansi yang akan dilibatkan dalam antisipasi bencana alam. Baik itu untuk urusan logistik, komunikasi, dan inventarisasi ketersediaan alat berat untuk evakuasi.

Sementara itu, pada peninjauan Posko Siaga Darurat siang tadi, Emil juga melihat satu persatu alat berat yang dimiliki oleh BPBD Jatim serta ketersediaan makanan darurat didampingi oleh Kalaksa BPBD Jatim Subhan Wahyudiono. “Kami ikut mencoba makanannya tadi, sudah ada tanggal kedaluwarsa yang bisa dilihat sebelum dikonsumsi. Kita akan pastikan bahwa pola distribusi ini akan berjalan dengan efektif,” kata dia. tri, ine