Citilink Luncurkan Direct Flight Surabaya-Jeddah, Wagub Emil Berharap Jatim Lebih Berkah

Wagub Emil Dardak soft launching direct flight Surabaya-Jeddah, Senin (6/1/2020),

SURABAYA (global-news.co.id) – Peningkatan pelayanan kepada masyarakat terus diupayakan Pemprov Jawa Timur lewat fasilitas kemudahan beribadah. Salah satunya dengan cara low cost atau biaya terjangkau untuk penerbangan Surabaya-Jeddah bagi masyarakat Jatim yang ingin beribadah umrah.

“Kita juga ingin buka peluang bagi masyarakat untuk bisa berangkat dengan biaya yang lebih terjangkau,” kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak usai meresmikan rute baru penerbangan Surabaya-Jeddah yang diluncurkan maskapai penerbangan Citilink di Grand Mercure Surabaya, Senin (6/1/2020) pagi.

Wagub Jatim yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini juga meyakini bahwa dengan memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat, maka akan berdampak positif dan menjadikan Jatim lebih berkah.

“Intinya bahwa kemudahan dalam berangkat umrah dengan biaya yang lebih terjangkau ini akan menambah kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi Jawa Timur,” sebutnya.

Ia juga menambahkan, dengan adanya penerbangan langsung Surabaya-Jeddah yang menggunakan pesawat jenis airbus dapat menampung lebih banyak penumpang. Sehingga kondisi tersebut akan berdampak pada biaya penerbangan itu sendiri.

“Kami optimistis, ini pesawat wide body, artinya tidak lagi transit, langsung dan tentunya di situlah biaya bisa dibuat lebih kompetitif, daya tampungnya banyak,” imbuhnya.

Emil Dardak, sapaan akrab Wagub Jatim ini juga optimistis terhadap respon positif dari pelaku usaha travel, khususnya umrah di Jatim. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk di Jatim yang mencapai 40 juta jiwa didukung fasilitas low cost dipastikan akan berpengaruh pada peningkatan jumlah masyarakat Jatim yang ingin melakukan ibadah umrah.

“Kami yakin travel umrah yang ada di Jawa Timur siap menyambut dengan paket-paket yang lebih terjangkau, lebih kompetitif lagi,” jelasnya.

Wakil Gubernur Jatim yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Ritsumeikan Asia Pasifik Jepang ini juga percaya bahwa program tersebut akan sukses dan mampu memberikan kontribusi kepada Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Hal tersebut disebabkan karena Jatim menempati urutan kedua di Indonesia untuk pelaksanaan umrah secara nasional, yakni menyumbangkan sekitar 30 persen dari angka nasional yang mencapai angka 1,2 juta jiwa jamaah per tahun. Angka tersebut dipastikan dapat meningkat karena ibadah umrah tidak memiliki batasan kuota dan dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa ada spesifikasi waktu layaknya ibadah haji. “Kita berharap ini akan sukses, Jawa Timur menyumbang kedua terbesar di Indonesia menurut Pak Dirjen,” harapnya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Prof Dr Nizar MAg mengharapkan dengan adanya rute baru penerbangan langsung Surabaya-Jeddah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Jatim yang ingin melakukan ibadah umrah.

“Tentu ini menjadi potensi yang besar untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan salah satu solusi supaya masyarakat muslim Jawa Timur bisa ziarah ke Tanah Suci,” harapnya. erf