Cegah Stunting, Ratusan Ribu Bumil-Balita di Jatim dan NTT Diberi Zat Gizi Mikro

SURABAYA (global-news.co.id) –  Sebanyak 211 ribu ibu hamil (bumil) dan 720 ribu balita di 20 Kabupaten di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mendapat bantuan zat gizi mikro dari Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Nutrition International Australia dan Kanada.

Zat gizi mikro yang diberikan kepada bumil berupa suplemen tablet tambah darah yang mengandung zat besi dan asam folat. Sedang zat gizi bagi balita berupa dua kapsul vitamin A sesuai dosis. Sementara kepada 64 ribu balita yang menderita diare sudah diberikan tablet zinc dan oralit sesuai tata laksana.

Dr Kirana Pritasari MQIH

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr Kirana Pritasari MQIH mengatakan, pemberian gizi mikro tersebut merupakan bagian dari program Micronutrient Supplementation for Reducing Mortality and Morbidity (Mitra) untuk menurunkan kematian dan kesakitan. Program Mitra merupakan program zat gizi mikro terintegrasi yang dilaksanakan sejak Agustus 2015 di 20 kabupaten dari provinsi Jatim dan NTT untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi ibu hamil dan ibu atau pengasuh balita.

Lebih lanjut dikatakan,  program ini berfokus pada peningkatan akses layanan kesehatan dan membangun kesadaran tentang pencegahan stunting khususnya pencegahan kekurangan gizi mikro melalui Strategi Intervensi Perubahan Perilaku. Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten berkomitmen terhadap program suplementasi zat gizi mikro dengan meningkatkan alokasi sumber daya untuk pengadaan, pengelolaan, dan implementasi program-program tersebut.

“Pemerintah berkomitmen untuk menurunkan stunting. Kami menghargai dukungan Nutrition International dalam memperkuat program suplementasi zat gizi mikro. Kita pahami bersama upaya penguatan zat gizi mikro merupakan bagian dari kegiatan spesifik untuk menurunkan stunting. Kami ingin mendiskusikan cara meningkatkan kegiatan inovatif ini ke kabupaten lain, terutama untuk kabupaten dengan prevalensi stunting yang tinggi,” kata Kirana dalam siaran pers yang dirilis Kementerian Kesehatan, Rabu (15/1/2020).

Country Director Nutrition International Dr Sri Kusyuniati mengatakan, nutrisi bukan hanya dasar dari kesehatan yang baik. “Itu adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik.  Mitra adalah salah satu inisiatif yang dekat dengan hati kami karena membawa peningkatan praktik kesehatan dan gizi bagi mereka yang paling membutuhkannya,” ujarnya.

Selain menjangkau masyarakat rentan dengan peluang gizi dan kesehatan yang lebih baik, Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi bersama Nutrition International juga telah melatih lebih dari 700 tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan masyarakat, pengelola program dan penanggung jawab program dari dinas kesehatan tingkat provinsi, kabupaten, dan Puskesmas.

Mereka dilatih tentang keterampilan melakukan perencanaan program, pemantauan, pelaporan dan konseling.  Sebanyak 425 Puskesmas di 20 kabupaten menerima materi strategi intervensi perubahan perilaku seperti keterampilan konseling dan promosi pesan kesehatan yang terkait dengan pencegahan anemia pada ibu hamil, suplementasi vitamin A, dan manajemen diare pada balita.

“Pencegahan dan pengurangan stunting adalah prioritas Kemenkes untuk Indonesia. Strategi Nasional untuk mempercepat pencegahan stunting adalah langkah penting untuk memastikan semua rumah tangga dengan ibu hamil atau anak di bawah usia dua tahun mendapatkan akses ke paket layanan lengkap yang penting untuk mencegah stunting,” tambah Kirana.ret