AS Siap Investasi di Indonesia, Tertarik Garap Infrastruktur

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bertemu dengan CEO DFC Adam Bohler di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

JAKARTA (global-news.co.id)  – International Development Finance Corporation (DFC), tengah membidik sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia sebagai sasaran investasi. Lembaga di bawah pemerintah AS itu tertarik menanamkan modal di bidang infrastruktur.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan hari ini bertemu dengan CEO DFC Adam Bohler. Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan di Istana Merdeka untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

“Kita baru diskusi dengan Pak Adam, CEO DFC yang punya fund sekarang ini kira-kira 60 miliar dolar AS, tapi bisa lebih ke 200 miliar dolar AS, tapi bisa juga lebih ke triliun dolar AS,” ujar Luhut di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

DFC yang tak lain lembaga private investment bagian dari USAID (Badan Pembangunan Internasional AS) belum lama ini beroperasi setelah mendapatkan mandat langsung dari Presiden Donald Trump pada 2018. Lembaga ini fokus berinvestasi di negara-negara berkembang.

Luhut mengatakan, sejumlah sektor yang dilirik DFC terutama jalan tol, kawasan pariwisata, dan energi baru terbarukan (EBT). Saat ini, tim pemerintah sudah bekerja untuk mengawal komitmen investasi tersebut. “Kita ingin membantu sahabat kita Indonesia dan ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya hubungan dan persahabatan kita,” ujar CEO DFC Adam Bohler.

Bohler mengatakan, AS tidak hanya berinvestasi lewat DFC, tetapi juga akan mengajak perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di Indonesia. Soal nilainya, dia belum bisa mengungkapkannya. Dia hanya memastikan bahwa AS akan sangat aktif berinvestasi di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. “Yang ditekankan ini adalah proyek bernilai multi bilion dolar, dan dalam beberapa bulan ke depan saya akan kembali lagi untuk menegaskan berapa tepatnya,” ucapnya. ine, ins, jef