AS Minta Seluruh Warganya Tinggalkan Irak

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad Irak, meminta semua warganya untuk meninggalkan negara itu secepat mungkin.

BAGHDAD (global-news.co.id) – Demi keamanan warga negaranya, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad Irak, meminta semua warganya untuk meninggalkan negara itu secepat mungkin.

Keputusan ini diambil terkait tewasnya komandan pasukan elite Quds, bagian dari Garda Revolusi yakni Qasem Soleimani, Jumat (3/1/2020). Soleimani, bersama petinggi paramiliter Irak, tewas akibat serangan roket militer AS di bandara Baghdad.

Sebelumnya Iran menyatakan akan membalas dendam terkait kematian Soleimani. Mantan Komandan Pasukan Garda Revolusi yang kini menjabat sekretaris militer, Mohsen Rezaei, mengatakan, pihaknya akan melakukan balas dendam yang keras terhadap AS.

“Letnan Jenderal Qassem Suleimani bergabung dengan saudara-saudaranya yang mati syahid, tapi kami akan membalas dendam secara gigih terhadap AS,” kata Rezaei, melalui Twitter.

Soleimani merupakan salah satu tokoh populer di Iran dan dipandang sebagai musuh mematikan bagi AS dan sekutunya. Sebaliknya, di dalam negeri dia dielu-elukan sebagai pahlawan.

Hal ini karena dia memimpin Pasukan Quds, unit di bawah Pasukan Garda Revolusi, yang bertugas menjalankan misi luar negeri. Soleimani sudah memimpin Pasukan Quds ketika AS menginvasi Afghanistan pada 2001.

Serangan terhadap Soleimani diperintah langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Departemen Pertahanan AS mengungkap, pembunuhan Soleimani dilakukan demi melindungi personel AS yang bertugas di Timur Tengah. “Jenderal Qasem Soleimani meninggal sebagai tindakan defensif untuk melindungi personel AS di luar negeri,” sebut Pentagon. zis, afp, ine